oleh

Efisiensi Anggaran, Bakal Ganti Rapid Tes dengan Imunologi Tes

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Adanya surat edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menerapkan patokan tarif rapid tes mandiri, telah diterima masing-masing rumah sakit di Bangkalan. Bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan telah melakukan koordinasi mengenai hal itu.

Agar tidak ada kerugian jika dibandingkan dengan nilai pembelian alat rapid tes dan tarif pemeriksaannya, RSUD Syamrabu Bangkalan sepakat akan mengganti alat rapid tes dengan imunologi. Hal itu dilakukan agar ada efisiensi anggaran di instansinya.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Farhat Suryaningrat mengatakan, saat ini, penggantian alat pemeriksaan cepat untuk mendeteksi Covid-19 yang semula menggunakan imunologi tengah dibuat surat keputusannya (SK).

“Masih dibuat SK-nya. Jadi kami masih merencakan membeli alat imunologi, sehingga tidak perlu beli rapid test,” terangnya.

Dr Farhat menerangkan, mengenai harga pemeriksaan cepat menggunakan imunologi tes ini, juga akan disesuaikan dengan SE Kemenkes. Dalam SE tersebut diterangkan bahwa untuk rapid tes mandiri, biayanya harus diselaraskan sebesar Rp150 ribu.

“Insya Allah 2 pekan nanti normal semua, makanya masih dikonsep,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan ini.

Terpisah, dr Catur Budi Koeswardiono menegaskan, bahwa pemeriksaan imunologi dengan rapid tes hampir sama. Dia menegaskan, untuk memastikan apakah ada tidaknya Covid-19 di tubuh seseorang hanya bisa melalui swab tenggorokan.

“Hampir sama, karena rapid tes itu juga mengenai imun seseorang. Pemeriksaannya juga sama-sama memakai sampel darah yang diambil,” papar dokter yang juga bertugas di RSUD Syamrabu Bangkalan ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo memastikan, bahwa pihaknya akan tetap menggratiskan biaya pemeriksaan rapid tes. Namun, biaya gratis rapid tes tersebut hanya untuk pasien atau hasil pelacakan. Pihaknya tidak akan melayani rapid tes mandiri.

“Kalau meminta rapid tes mandiri karena masuk hasil tracing, tetap kami gratiskan. Tapi kalau untuk perjalanan atau perkerjaan, kami tidak layani. Langsung ke rumah sakit saja,” tandasnya.

Diketahui, tarif rapid tes mandiri yang ditetapkan rumah sakit berbeda-beda. Untuk rumah sakit pelat merah bisa dikenakan biaya mulai Rp250 ribu. Sedangkan rumah sakit swasta bisa mencapai Rp350 ribu.

Dikutip dari halodoc.com, imunologi tes merupakan tes yang digunakan untuk mengukur kadar dan pola aktivitas antibodi pada darah yang melawan tubuh (reaksi autoimun). Sistem imun pada tubuh sendiri berperan untuk membunuh zat asing, seperti virus dan bakteri.

Namun, ketika seseorang mengalami kelainan autoimun, sistem imunnya justru menyerang jaringan normal pada tubuh. Sistem imun pengidap penyakit autoimun akan memproduksi antibodi yang melekat pada sel tubuh. Nah, hal inilah yang nantinya akan mengakibatkan kerusakan pada sel tubuh. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed