Eks-Kadisdik Sampang Terancam Dua Kasus Sekaligus

  • Whatsapp
Eks-Kadisdik Sampang Terancam Dua Kasus Sekaligus

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pasca ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, mantan kepala Dinas Pendidikan Sampang JR, terancam dijerat dua kasus sekaligus.  Saat ini, status JR masih dijerat kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN II Ketapang, yang sebelumnya ditangani Polres Sampang.

Penahanan JR, dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang pada Senin  (30/9/2019) lalu, setelah berkasnya dilimpahkan dari Polres Sampang. Selain kasus RKB SMPN II Ketapang, Kejari Sampang juga sedang menyidik kasus fee proyek pembangunan gedung RKB SDN 2 Banyuanyar, Sampang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, dalam pengembangan kasus dugaan fee proyek pembangunan gedung RKB SDN 2 Banyuanyar, JR akan diperiksa sebagai saksi pada Kamis (3/10/2019) ini.

Saat ini, jumlah tersangka kasus dugaan penarikan fee proyek SDN 2 Banyuanyar itu, baru tiga orang, yakni RJ yang merupakan kasi Sapras SD Disdik Sampang, MEW yang merupakan stafnya, dan EP yang merupakan kepala sekolah di Sampang.

“Kemungkinan ada untuk tersangka JR ini dijerat dua kasus, kami dalam waktu dekat akan memanggil yang bersangkutan sebagai saksi dalam kasus dugaan penarikan fee proyek SDN II Banyuanyar ini,” ungkap Edi Sutomo.

Edi menjelaskan, JR ditahan selama 20 hari ke depan atas kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN II Ketapang yang roboh pada tahun 2017 silam. Upaya penahanan itu, berdasarkan alasan subyektif, yakni sesuai pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dan alasan objektif sesuai pasal 21 ayat (4) KUHAP, tentang penahanan tersangka dengan ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.

Dalam perkara korupsi itu, JR yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), juga merupakan tersangka terakhir yang ditahan. Sebelumnya, sudah ada 6 orang tersangka. Jumlah keseluruhan tersangka dalam kasus dugaaan korupsi tersebut sebanyak 7 orang dalam lima berkas perkara.

Kejari Sampang menjerat JR dengan pasal 2, 3 juncto pasal 7 ayat I huruf B undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Upaya penahanan tersangka JR di Rutan kelas IIB Sampang ini, karena takut melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,”terangnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo berujar, penyelidikan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan RKB di SMPN 2 Ketapang sudah tuntas. Pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil pengembangan tersangka (AZ) selaku direktur rekanan dan berlanjut ke peran tersangka lainnya.

Dalam kasus tersebut, ada tujuh orang tersangka yang ditahan, yakni direktur CV Amor Palapa (AZ), peminjam CV (MT), pelaksana proyek (NN), konsultan pengawas (DH) dan (SN) sebagai konsultan pengawas. Selain itu, pejabat pembuat teknis kegiatan (PPTK) (AR) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) (JR).

“Pengungkapan kasus dugaan korupsi SMPN II Ketapang ini menetapkan sebanyak 7 orang tersangka dan menyebabkan kerugian uang negara,” terang pria yang akrab disapa Didit itu dalam pres rilis di Mapolres Sampang, Rabu (02/10/19).

Untuk diketahui, pembangunan RKB SMPN II Ketapang dianggarkan senilai Rp134 juta. Proyek itu dikerjakan oleh MT dengan meminjam CV kepada AZ selaku Direktur CV Amor Palapa. AZ diberi uang Rp2,5 juta, setelah berhasil meminjamkan CV.

Di tengah perjalanan, ternyata MT masih melemparkan pekerjaan proyek tersebut kepada NR, nilainya pun menjadi kecil yakni hanya Rp75 juta. Namun tetap dikerjakan dan akhirnya bangunan itu roboh dan diproses di meja hijau. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *