oleh

Elga Cahya Putra, Sempat Ditolak Orangtua, Malah Jadi Pemain PS Profesional

KABARMADURA.ID – Jalan prestasi seseorang tentu sangat berbeda-beda, tidak menutup kemungkinan prestasi yang didapatkan seseorang berangkat dari sesuatu yang disepelekan banyak orang seperti bermain e-Football PES.

MUKHTARULLAH, BANGKALAN

Elga Cahya Putra asal kota Lampung yang kini bermain e-Football PES untuk klub terbesar di Madura, yakini Madura United. Mulanya waktu sekitar kelas 5 sekolah dasar, dia hanya sebagai pemain e-Football PES dengan teman-teman sejawatnya untuk mengisi kekosongan, meski pada waktu, bermain e-Football PES hanya sekedar bentuk hobinya.

Laki-laki kelahiran 1997 itu menyampaikan, bahwa semenjak SD dia sudah sering merental PES untuk bermain, dan waktu itu masih bernama winning eleven. Akhirnya, karena terlalu sering merental PES dan bermain di luar, orangtuanya mulai memperhatikannya dan membelikannya PES, sehingga dia dapat bermain di rumah.

“Awalnya orangtua saya tidak setuju, karena mereka berpikir buat apa main PES hanya akan membuang-buang waktu saja,” ucapannya pada Kabar Madura, Minggu (11/10/2020).

Menurut Elga, orangtuanya beranggapan bahwa bermain PES hanya akan mengganggu terhadap pelajaran di sekolah.

“Tapi karena saya sering ikut lomba e-Football PES dan sering menang, akhirnya orangtua mulai memberikan support,” tambahnya.

Sebelum banyak mengikuti kompetisi e-Football PES, awalnya dia hanya mengikuti lomba di daerahnya sendiri, kemudian setelah banyak meraih prestasi di daerahnya, dia mulai mencoba mengikuti lomba di luar daerah.

“Waktu itu alhamdulillah, ada yang juara, ada juga yang tidak,” sambungnya.

Bahkan pada tahun 2019 lalu pernah mengikuti kualifikasi liga 1 e-Football PES tingkat regional, hingga lolos ke nasional dan mendapatkan juara 3. Berkat dari itu, ia mendapat kesempatan untuk bermain di SEA final di Thailand, meski pada akhirnya dia harus kalah di babak semifinal.

Tapi meski mendapatkan kekalahan waktu di semifinal, dengan cara bermain yang bagus, akhirnya ada salah tim thailand yang bernama Trat FC menghubunginya untuk melakukan kontak agar biasa bermain di playoff bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2019.

“Alhamdulillah lolos dari play di playoff itu. Terus dari bulan Februari kemarin ada di Thailand, untuk bermain liga di sana sampai bulan Juli kemarin,” syukurnya.

Akhirnya dia ditawarkan untuk bermain di IFEL buat Madura United sampai sekarang. “Semaunya tidak terlepas dari doa dan dukungan kedua orangtua saya,” pungkasnya. (km55/bri)

Komentar

News Feed