oleh

ELP Pastikan Eksotisme Lovebird Tidak Luntur akibat Turunnya Harga

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Exotic Lovebird Pamekasan(ELP) dibentuk pada tahun 2015 lalu. Guna mewadahi hobi para peternak burung lovebird di Kabupaten Pamekasan. Kinikomunitas ini tetap eksis meski harga burung cantik itu sudah cenderung turun.

Harga burung yang berasal dari Brazil itu, pernah naiksignifikan pada tahun 2015 hingga tahun 2017 lalu. Di tahun berikutnya, harganya terus turun dengan pasti. Kini harganya jauh lebih rendah dibanding pada tahun 2015 hingga 2017. Kendati begitu, ELP tidak sedikitpun memiliki niat meninggalkan hobi mereka.

Saat awal didirikan, ELP berniat ingin mengubah mindset masyarakat, bahwa memelihara burung merupakan hobi, bukan usaha bisnis. Sehingga mereka tidak berpengarug dengan merosotnya harga lovebird dan tetap giat berkegiatan serta menggelar dan mengikuti kontes.

ELP hampir tidak pernah absen dalam kejuaraan beauty contest lovebird. Terakhir, ELP keluar sebagai juara satu dalam ajang Komunitas lovebird  Indonesia (KLI) Cup di Provinsi Bali untuk jenis Blue Personatus pada tahun 2018 lalu. Hampir seluruh provinsi di Indonesia pernah ELP datangi guna mengikuti kontes.

“Meski sekarang harga lovebird sudah mulai bergerak naik lagi, tapi kita tidak pernah memperhitungkan harga, karena ini hobi. Kalau harga naik itu berarti rejeki kami, turun pun tidak masalah,” ungkap Hendry.

Komunitas yang saat ini beranggotakan 46 member dari seluruh daerah di Kabupaten Pamekasan, diinisiasi oleh Hendri Ariyadi, Aka Fauzi, Sucipto Amrik dan Fafan bersama anggota yang lain mengedukasi masyarakat dalam beternak lovebird.

Tidak hanya giat dalam ternak lovebird, ELP juga aktif dalam kegiatan sosial. Membagikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 juga pernah dilakukan. Bahkan, pada hari raya Idul Adha kemarin, ELP menyembelih seekor sapi kurban dan dibagikan kepada masyarakat.

ELP juga menggelar arisan untuk seluruh anggota, agar anggota komunitasnya semakin solid dan terjalin. Hendri menyebutkan, di masa kejayaannya, harga lovebird pernah mencapai ratusan juta.

Saat masa wabah Covid-19 menyerang, lovebird justru menjadi rujukan masyarakat dan pesanan burung lovebird bergerak massif. Hal itu karena selama diam di rumah ada kebosanan, sehingga menjadikan lovebird sebagai salah satu aktivitas penghibur.

“Justru bisnis menguntungkan dan aman saat wabah Covid-19 ini. Karena kami tidak kontak langsung, penjualan kami lakukan secara online. Malah saat protokol kesehatan ketat, lovebird peminatnya semakin banyak,” pungkasnya. (ali/bri/waw)

 

Komentar

News Feed