Empat Bulan, 28 Pasangan Muda di Bangkalan Ajukan Nikah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA)

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Himbauan tentang larangan pernikahan dini terhadap masyarakat Bangkalan, sepertinya tidak membuahkan hasil optimal. Kondisi itu, dibuktikan dengan masih tingginya jumlah pernikahan dini di daerah. Sejak Januari hingga April 2021, Kantor Urusan Agama (KUA) melangsungkan 28 pernikahan dibawah umur.

Jika pernikahan tersebut tetap dilaksanakan, tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada kondisi kesiapan dan kejiwaan pasangan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Abdul Haris melalui Kepala Seksi (Kasi) Islam, Arif Rahman, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, jumlah pernikahan dini memang masih ada. Tetapi, sudah mending jika dibandingkan dengan kota atau kabupaten lain. Dari banyaknya permintaan dispensasi nikah, tentu ada juga yang pengajuannya tidak diterima. Sebab, dinilai masih terlalu muda dan masih belum siap membina keluarga.

“Ada yang masih lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sudah mau menikah, kami beri pemahaman dulu, sebelum memberikan dispensasi nikah,” ujarnya.

Bahkan, juga memberikan arahan terhadap para penyuluh keagamaan, agar setiap pasangan yang mengajukan dispensasi nikah diminta mengikuti kompetensi bimbingan pranikah. Setidaknya, agar tidak mudah terjadi perceraian antar pasangan. “Selama ini, bimbingan pranikah juga minim diminati, karena masyarakat menganggap ini tidak perlu,” tuturnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Amina Rachmawati menyampaikan, dampak dari pernikahan dini sudah banyak terjadi. “Kami memang tidak menyetujui. Karena nanti, berpotensi menimbulkan masalah baru,” responnya.

Menurutnya, usia ideal menikah untuk lelaki sekitar 23-25 tahun. Sedangkan, untuk wanita sekitar 21 tahun. Sehingga, jika ada pernikahan dibawah usia itu bisa diartikan belum siap. Baik kondisi tubuh dan juga kejiwaannya. “Nanti mereka akan kaget, karena memang belum matang secara usia,” jelasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, yakni menjalin kerjasama dengan kemenag. Tujuannya, agar pasangan yang usianya belum ideal tidak diperbolehkan menikah. Meskipun, dalam aturan kemenag usia minimal menikah adalah 18 tahun. “Kami meminta, agar pengurusan menikah untuk mereka yang usianya masih dini agar difilter,” harapnya.

Selain rentan menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan berujung pada perceraian, salah satu dampak terbesarnya berupa kriminal. Sehingga, untuk menjaga agar keduanya sama-sama matang, harus diberikan pembinaan atau kompetensi terlebih dahulu. “Kami menginginkan, agar tidak semua dipermudah, disesuaikan dengan kebutuhan dan alasannya,” pungkasnya. (hel/ito)

Usia Ideal Pernikahan

  • Lelaki berusia 23-25 tahun (Ketentuan DKBP3A)
  • Perempuan berusia 21 tahun (Ketentuan DKBP3A)
  • Perempuan 18 tahun (ketentuan Kemenag)

Dampak Pernikahan Dini

  • Timbulkan KDRT
  • Rentan Perceraian
  • Munculnya kriminal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *