Empat Kader PPP Berebut Kursi Pimpinan DPRD Bangkalan

  • Whatsapp
KM/KHOYRUL UMAM SYARIF BEREBUT: Anggota dewan terpilih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2019-2024.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 memperoleh 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan.

Dengan demikian, secara otomatis PPP berhak mendapatkan jatah kursi pimpinan DPRD.

Saat ini, ada sekitar 5 orang anggota dewan dari PPP yang berebut rekomendasi untuk menempati satu kursi pimpinan di parlemen.

Salah satu anggota DPRD Bangkalan dari PPP Nur Hasan mengatakan, DPC PPP sudah mengajukan nama-nama yang akan direkom untuk menduduki kursi pimpinan DPRD, hanya saja, dari semua nama yang diajukan, yang hadir dan mengikuti fit and proper test hanya lima orang.

Nur Hasan membeberkan, dari lima orang yang mengikuti fit and proper test itu, satunya mengundurkan diri, sehingga tersisa empat orang. Mereka saat ini berlomba merebut rekomendsi DPP PPP untuk menempati kursi pimpinan DPRD Bangkalan.

“Sebetulnya kemarin hadir lima orang. Tapi pak Abdul Aziz tak sempat mengikuti tes. Untuk alasannya saya tidak tahu,” jelasnya, Kamis (29/8).

Selain dirinya, tiga kader PPP yang juga mengikuti fit and proper test, masing-masing Achmad Syafik, Hosyan, dan Sonhaji.

Saat ini, keempat kader PPP itu sedang menunggu keputusan DPP PPP, terkait pemberian rekomendasi untuk menempati satu jatah kursi pimpinan DPRD.

“Kami menunggu hasil dari DPP, untuk proses selanjutnya seperti apa kami juga masih menunggu perintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dirinya mengajukan semua nama dari tujuh yang anggota yang terpilih untuk mengikuti fit and proper test.

Tujuh nama politisi PPP Bangkalan peraih kursi dalam Pileg 2019 tersebut, yakni Abd Azis dari dapil I, Hosyan dari dapil II, Achmad Syafik dari dapil III, Nur Hasan dan Moh Rofik dari dapil IV, Sonhaji dari dapil V, dan Fathur Rosi dari dapil VI.

“Semua nama kita ajukan, untuk menempati kursi wakil ketua harus mengikuti fit and proper test dulu,” terangnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *