Empat Kader PPP Mencuat untuk Pilkada Pamekasan 2024

KABAR MADURA | Sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai mencuat bakal maju pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Pamekasan 2024. Mereka adalah Achmad Baidowi, Achmadi, Halili, dan Abd Rasyid Fansori.

Diketahui, Baidowi atau Awiek kini menjabat sebagai ketua DPP PPP. Selain itu, Awiek juga menduduki jabatan anggota DPR sekaligus wakil ketua Badan Legislasi DPR. Pasca PPP dinyatakan tidak lolos parliamentary threshold (PT), namanya muncul sebagai bakal kandidat kuat calon bupati Pamekasan 2024-2029.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Kemudian tiga kader lainnya, saat ini sedang menjabat sebagai anggota DPRD Pamekasan 2019-2024. Untuk Achmadi, dia juga tengah menduduki posisi sekretaris DPC PPP Pamekasan. Namun, dia tidak terpilih kembali di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Berbeda dengan Halili dan Rosyid Fansori. Keduanya merupakan peraih suara terbanyak PPP di dapilnya masing-masing. Bahkan, Rasyid tercatat sebagai calon anggota legislatif atau caleg DPRD yang memperoleh suara terbanyak di Pamekasan, yakni 16.163 suara.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PPP Pamekasan R. Wazirul Jihad mengatakan, munculnya empat kader di bursa pencalonan bupati dan wakil bupati Pamekasan itu bukan keputusan partai yang dipimpinnya. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari pengurus pusat.

Baca Juga:  Akui Didekati Tokoh Non-Partai, PBB Tegas Akan Usung Kader Sendiri pada Pilkada Pamekasan 2024

“Kalau keputusan partai masih belum, kami akan melakukan konvensi, rapat-rapat internal juga,” ujar Ra Wazir kepada Kabar Madura, Minggu (24/3/2024).

Akan tetapi, kata Ra Wazir, pihaknya tidak menghalang-halangi kader potensial PPP yang hendak mem-branding diri untuk maju menjadi calon bupati dan wakil bupati Pamekasan. PPP Pamekasan membuka ruang seluas-luasnya, setidaknya mereka nanti bisa mengukur diri sejauh mana elektabilitasnya.

“Kami di DPC mempersilakan semua kader yang berpotensi dan memiliki semangat berjuang di pilkada. Kami memberikan ruang untuk melakukan sosialisasi, nanti kami evaluasi dan menyurvei sejauh mana elektabilitas dan kemauan publik,” jelas mantan ketua Lesbumi NU Pamekasan itu.

Menurut Ra Wazir, sejatinya mencuatnya kader potensial PPP untuk pilkada itu bermula dari keinginan para tokoh lintas unsur di Pamekasan. Bahkan, itu sudah sejak sebelum pelaksanaan pemilu 14 Februari lalu.

Baca Juga:  Hanya 13 SD di Pamekasan Terakreditasi A, Disdikbud: Kami Tidak Mengejar Labeling

“Pasca Ramadan, kami akan melakukan diskusi lanjutan, walaupun hari ini terjadi banyak dialektika, baik di internal maupun eksternal. Kami sudah sampaikan kepada teman-teman, mumpung edisi Ramadan untuk melakukan kebaikan-kebaikan publik,” tegasnya.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya itu juga menjelaskan, komunikasi dengan beberapa partai masih terus dilakukan, akan tetapi belum ada sepakat untuk berkoalisi di pilkada mendatang. Artinya, saat ini masih tahap penjajakan koalisi.

“Kami masih sebatas komunikasi, baik dengan parpol, atau dengan beberapa calon yang saat ini sudah bermunculan,” tambahnya.

Sementara Ketua DPP PPP Achmad Baidowi masih belum mau berbicara banyak mengenai peluang dirinya maju sebagai calon bupati Pamekasan. Dia mengaku menyerahkan semua persoalan pilkada pada mekanisme partai. Selain itu, pihaknya juga masih fokus pada gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tentu PPP akan memberangkat kadernya di Pilkada 2024. Apakah dirinya yang akan diusung, nanti lihat keputusan partai,” tuturnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *