Empat Ketua KONI Bertemu, Kompak Siapkan Madura Jadi Tuan Rumah Porprov


Empat Ketua KONI Bertemu, Kompak Siapkan Madura Jadi Tuan Rumah Porprov

KABARMADURA.ID | Lantaran belum pernah sekali pun menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim), empat ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pulau Garam kompak inginkan Madura menjadi jadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Empat ketua KONI dari empat kabupaten di Pulau Madura tersebut bertemu di kantor KONI Jawa Timur, Selasa (6/9/2022). Terdapat Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil dalam kesempatan tersebut. Kesiapan menjadi tuan rumah itu disampaikan untuk gelaran Porprov Jatim IX mendatang.

Ketua KONI Bangkalan Moh. Fauzan Jakfar mengungkapkan bahwa ketua KONI di empat kabupaten di Pulau Garam sudah kompak menyuarakan keinginannya agar Madura bisa menjadi tuan rumah pada perhelatan Porprov Jatim.

"Madura memang belum pernah menjadi tuan rumah, kami sudah melakukan pertemuan menyampaikan keinginan bersama agar bisa jadi tuan rumah porprov. Tapi, kalau porprov ke VIII sudah tidak mungkin, karena sudah ditetapkan," ungkapnya, Selasa (6/9/2022).

Pada Porprov Jatim VIII nanti, akan digelar di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.

Meski sudah sama-sama sepakat, harapan itu belum disampaikan secara resmi ke pemerintah kabupaten (pemkab) di masing-masing kabupaten. Sebab, untuk menjadi tuan rumah tidak hanya atas keputusan KONI, melainkan harus ada komunikasi dengan kepala daerah.

"Kami belum menyampaikan secara resmi pada kepala daerah masing-masing. Meski KONI siap, tapi daerah tidak, maka tidak akan terlaksana, karena porprov ini memang gawainya provinsi, KONI hanya pelaksana. KONI dan kepala daerah harus kompak, niatnya nanti kami akan komunikasikan," imbuh Fauzan.

Adanya kesepahaman antara KONI dan kepala daerah tersebut, juga berkaitan pada ketersediaan venue.

"Ketika jadi tuan rumah, masing-masing daerah juga harus menyiapkan sarana dan prasananya. Harapan kami agar masing-masing kepala daerah di Madura bisa welcome agar bisa menjadi tuan rumah," pungkasnya.

Menurut Ketua KONI Pamekasan Djohan Susanto, sejatinya Porprov ke-IX masih akan digelar pada 2025 mendatang. Namun koordinasi untuk menjadi tuan rumah harus dilakukan sejak jauh hari. Tujuannya, agar ada persiapan segala fasilitas pendukungnya, terutama venue cabang olahraga (cabor).

 “Insya Allah kami siap jadi tuan rumah Porprov ke-IX di tahun 2025 mendatang,” ungkap Djohan saat dihubungi, Selasa (6-9-2022) kemarin.

Kendati ada beberapa cabor yang belum memiliki venue mandiri, namun pihaknya menegaskan akan segera berbenah untuk melengkapi fasilitas venue di masing-masing cabor. Venue yang belum ada itu salah satunya cabor kolam renang.

Djohan juga meyakini, seluruh KONI di Madura juga siap berkolaborasi untuk mendukung fasilitas venue yang dibutuhkan saat gelaran Porprov. Terlebih ungkap Djohan, KONI Jatim juga akan mendukung fasilitas venue yang dibutuhkan saat gelaran Porprov.

“Yang tidak ada (venue, red) biasanya dapat bantuan fasilitas venue dari provinsi, nanti kami juga kolaborasi dengan KONI kabupaten lain di Madura,” imbuhnya.

Djohan menjelaskan, semangat untuk menjadi tuan rumah gelaran Porprov Jatim ke-IX untuk merespon keinginan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Beruntung kata Djohan, keinginan itu juga didukung oleh seluruh KONI di Madura.

Terlebih, lanjut Djohan, gelaran Porprov juga akan memberi dampak domino terhadap perekonomian warga di Madura. Perputaran uang saat gelaran porprov terbilang tinggi.

Sedangkan Ketua KONI Sumenep Sutan Hady Tjahyadi mengatakan, keinginann tersebut belum dibahas dengan Pemkab Sumenep.

Selain itu, pada Porprov VII Jatim mendatang, akan ada beberapa perubahan regulasi untuk kepesertaannya. Di antaranya atlet yang tergabung di pemusatan latihan daerah (puslatda) bakal diperbolehkan ikut kejuaraan multievent dua tahunan tersebut.

Karena penyelenggaraan Porprov I sampai VII, atlet yang sudah bergabung puslatda Jatim tidak diizinkan untuk ikut porprov. Alasannya, Jatim perlu mencari bibit-bibit atlet puslatda baru. Sehingga perubahan itu yang perlu disosialisasikan.

"Masih fokus dulu ke persiapan Porprov 2023 dulu," tegasnya.

Termasuk berapa cabor yang dipertandingkan, KONI Jatim belum menetapkan, karena menunggu hasil polling dari KONI kota dan kabupaten.

"Dukungannya saja tahun 2025 agar benar-benar bisa diselenggarakan di Madura," ujar Sutan.

Reporter: Fathurrohman, Khoyrul Umam Syarif, Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna