Empat Puskesmas di Bangkalan Abaikan Permenkes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) Indah Wahyuni Kabid SDK Dinkes Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan perlu adanya pembenahan. Terutama, di pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas). Sebab masih ada puskesmas yang belum memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.

Sesuai isi aturan itu, minimal ada dua petugas dokter di setiap puskesmas. Namun, empat puskesmas di daerah yang identik dengan slogan kota salak belum memenuhi Permenkes. Masing-masing, Puskesmas Konang, Banjar, Tragah dan Socah. Puskesmas tersebut hanya memiliki satu petugas dokter.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Indah Wahyuni mengatakan, secara keseluruhan jumlah dokter di Bangkalan sudah dalam kategori ideal. Sebab, dari jumlah 22 puskesmas memiliki 49 dokter umum. “Kalau jumlah keseluruhan kami sudah cukup, sudah sesuai permenkes,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, penempatan dokter di setiap puskesmas juga menyesuaikan dari hasil survei kebutuhan dan minat layanan masyarakat. Sehingga puskesmas yang biasa mendapatkan sedikit pelayanan ditempatkan cukup satu dokter. “Ini juga mengacu hasil evaluasi dan juga kebutuhan puskesmas,” jelasnya.

Kebijakan tersebut, lanjut perempuan yang biasa dipanggil Yuyun mengaku bukan untuk menggagalkan misi bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron yang menginginkan ada minimal dua dokter di setiap puskesmas. Namun, lantaran tingkat pelayanan berbeda, maka disesuaikan.

“Kalau puskesmas yang biasa sepi, tidak mungkin kami menempatkan dua dokter, sedangkan di puskesmas lain butuh tambahan,” paparnya.

Dia menegaskan, saat ini ketersediaan dokter di daerah memang terbatas. Sebab, ada beberapa dokter sudah pensiun. Sehingga, jumlah yang tersedia hanya cukup untuk ditugaskan bergantian. “Kalau dokter banyak, tentu setiap puskesmas kami siapkan 3 dokter,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Jaddih Kecamatan Socah Fitria mengaku, tidak puas dengan layanan yang diberikan puskesmas. Sebab, layanan perawatan yang diberikan kurang cepat, akibat terbatasnya petugas dokter. “Dokternya hanya satu, jadi kalau dalam keadaan darurat kadang masih lambat penanganannya,” responnya.

Menurutnya, kebutuhan dokter merupakan elemen penting di bidang kesehatan. Sebab, jika hanya mengandalkan alat dan perawat masyarakat belum maksimal. Sebab, masyarakat memang bertumpu kepercayaan terhadap penanganan dokter. “Kalau dokternya kurang, meskipun perawatnya dan alatnya banyak percuma,” paparnya.

Reporter: Helmi Yahya)

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *