Empat Sektor Jadi Fokus Program Pembangunan Bupati Pamekasan

  • Whatsapp
KHIDMAT: Prosesi serah terima jabatan (sertijab) bupati dan wakil bupati Pamekasan berlangsung penuh khidmat.

Kabarmadura.id – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat di daerah berslogan Gerbang Salam. Bupati yang dikenal murah seyum itu pun mengajak serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengabdikan diri dalam membangun Pamekasan untuk lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Baddrut Tamam, saat pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Pamekasan, periode 2018-2023 yang digelar di Pendopo Ronggosukowati, pada Sabtu (29/9) siang.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo itu, Baddrut yang didampingi Wakil Bupati, Raja’e, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pamekasan yang sudah mempercayakan amanah kepada dirinya untuk mengabdi sebagai pelayanan masyarakat untuk lima tahun ke depan.

Terlebih, sebelum proses pelantikan dan sertijab sebagai bupati dan wakil bupati berlangsung, masyarakat Pamekasan telah memberikan pelajaran berharga dalam dunia politik, yakni dengan menciptakan pemilukada Pamekasan yang aman dan damai.

Dikatakan Baddrut Tamam, selama lima tahun ke depan, dirinya bersama wakil bupati, Raja’e, mengikrarkan diri untuk mengabdikan seluruh potensi diri, guna menciptakan Pamekasan yang Rajjhe, Bhejre, tor Parjhughe, yang berlandaskan pada ajaran agama.

“Sertijab ini merupakan satu momentum bagi kami (Baddrut Tamam dan Raja’e, red) untuk memulai pengabdian diri sebagai pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Baddrut menyampaikan, sejak ditetapkan sebagai kepala daerah Pamekasan, pihaknya sudah berkomitmen untuk merealisasikan visi misi dan berbagai program aksi, yang dicanangkan saat pelaksanaan kampanye.

Di samping itu juga, Baddrut bersama Raja’e, berkomitmen untuk fokus membangun Pamekasan dari empat sektor pembangunan yang selama ini dirasa belum maksimal. Sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur, menjadi fokus utama demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan daerah yang dipimpinnya.

“Wajib hukumnya bagi kami untuk memenangkan kepentingan rakyat, melayani rakyat, dan memuliakan rakyat. Karenanya, setiap kebijakan pemerintah harus bermuara pada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari fraksi PKB itu memungkasi, prinsip kepemimpinannya dalam menentukan kebijakan tetap mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan rakyat Pamekasan.

Oleh sebab itu, dia meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama berperan memajukan Pamekasan. Mengangkat status kabupaten miskin dengan jumlah keluarga miskin 16 persen dari total keluarga di Pamekasan, menjadi lebih baik hingga tersisa maksimal 9 persen pada lima tahun yang akan datang.

Jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2016 masih berada di angka 14,9 persen, atau peringkat ke 18 di Jawa Timur. Kemudian indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih berada di angka 69,7 atau peringkat ke 34 se-Jawa Timur, menjadi tantangan bersama pemerintah dan masyarakat di Pamekasan.

“Dengan kita bergandeng tangan, kami yakin setiap persoalan di Kabupaten Pamekasan akan bisa diatasi dengan baik,” tutupnya. (pin/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *