Empat Tahun Abrasi tanpa Solusi, Ancam Warga dan Wisata Pantai Tlangoh

  • Bagikan
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RUSAK: Pekerja saat membuatkan pemnatas pantai di pesisir Pantai Tlangoh, Tanjungbumi, Bangkalan, Minggu (7/2/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, TANJUNGBUMI-Bibir pantai di desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi terkikis oleh ombak hingga 30 meter. Kejadian tersebut tentu menjadi perhatian warga, baik nelayan dan pemerintah desa. Sebab, selain mengancam akan menyulitkan nelayan, abrasi itu juga akan mengancam wisata Pantai Tlangoh yang masih ramai dikunjungi wisatawan.

Kepala Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi Qudrotul Hidayat mengaku, abrasi di sekitar desanya itu sudah terjadi setelah sekitar empat tahun lalu. Tetapi kondisinya memang bertahap dan terkikis sedikit demi sedikit. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir ini dampak abrasi kian meluas.

“Kami khawatur jika ini tidak ditangani, nanti akan mengancam warga sekitar, baik nelayan, wisatawan dan juga Pantai Tlangoh,” katanya.

Qudrat mengaku sudah pernah mencari solusi kepada pemkab, tetapi tidak ada jawaban, karena dampak abrasi masih dinilai wajar. Sebab masih sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya pada Jumat lalu (5/2/2021), pemkab mendatangi dan melihat keadaannya. Tentu abrasi semacam ini tidak dapat dibiarkan. Sebab, akan terus mengikis pantai.

“Setelah mengetahui ini, kami akan coba melakukan penangananan dan solusinya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini memberikan komentar, dampak abrasi tersebut para nelayan tak bisa melintas di daerah tersebut. Karena, khawatir akan terbentur dengan terumbu karang besar yang mulai mecolok ke permukaan.

“Yang terkikis ini ada di sebelah barat wisata Pantai Tlangoh, jadi kelihatan batunya. kira-kira 30 meter yang terkikis,” katanya.

Diketahui, Pantai Tlangoh terletak di laut lepas pesisir utara. Sementara pepohonan seperti mangrove juga terlihat masih minim. Jika dibiarkan, khawatir abrasi tersebut akan merembet ke rumah warga sekitar.

“Selain karena pesisir ini menghadap laut lepas, pepohonan mangrove juga belum ada,” tambahnya.

Baca juga  Waga Resah, Saluran Air PDAM Bangkalan Kembali Bocor

Oleh karena itu agar tak merembet ke mana-mana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan akan mengajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membagun pemecah gelombang alias breakwater. Diperkirakan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar.

“Kami akan coba ajukan, karena kalau kami yang menganggarkan tentu akan sulit,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan untuk membangun tangkis laut. Anggaran tersebut bisa dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau dana desa (DD). Namun hal itu, menunggu persetujuan pengajuan pembangunan breakwater dulu.

“Kami bangun breakwater dulu. Karena tidak bisa jika belum dibendung terus membangun tangkis laut,” paparnya memberikan solusi. (km59/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan