oleh

Empat Tahun BPR Bangkalan tidak Mampu Sumbang PAD

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Sudah empat tahun Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Bangkalan tidak bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan itu bergerak di bidang simpan pinjam dan perkreditan

Direktur BPR Bangkalan Slamet Utomo mengatakan, tidak bisanya BPR menyumbang PAD lantaran selama empat tahun terakhir tidak mampu memenuhi laba yang ditargetkan.

Sehingga, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang BPR menyumbangn PAD ke pemkab. Katanya, dalam peraturan OJK, BPR bisa menyumbangkan PAD jika minimal keuntungan yang dimiliki harus sebesar Rp6 miliar.

“Tapi kami sejak tahun kemarin (2019) bisa menyumbangkan PAD,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Karena laba di BPR di tahun tahun 2019 bisa mencapai Rp6 miliar, sehingga bisa menyetorkan PAD sebesar Rp878 juta. Setoran itu juga sebagai ganti yang selama empat tahun tidak menyumbang. Sedangkan pada tahun 2020 ini, pihaknya mengaku, sudah menyetorkan PAD sebesar Rp318 juta untuk tahun 2019.

“Jadi total PAD kami sudah Rp1,1 miliar. Tahun 2020 kami ditarget Rp320 juta,” terangnya.

Slamet menyampaikan, per September 2020 ini, laba yang sudah masuk ke perusahaan milik badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut mencapai Rp500 juta. Untuk itu, dia berharap pada akhir tahun nantinya bisa memiliki laba lebih dari itu. Sehingga, target PAD yang harus disetorkan akhir tahun nanti terpenuhi.

“Ya semoga laba terus bertambah agar kami juga bisa memenuhi PAD,” harapnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Bangkalan Zainal Alim menuturkan, untuk tahun 2020 ini Pemkab Bangkalan memberikan penyertaan modal sebesar Rp500 juta. Penyertaan modal itu diperuntukkan untuk kegiatan perkreditan dan simpan pinjam di BPR.

“Untuk BPR ini kan Rp500 juta, kami berharapnya bisa digunakan untuk kegiatan di BPR, agar bisa menyumbang PAD,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed