Empat Tahun Pasar Anom Blok A Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MUBAZIR: Bertahun-tahun di bangun dengan harapan dapat menyumbang pendapatan daerah Pasar Anom Blok A lantai 2 malah tidak diminati pedagang.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pembangunan Pasar Anom Blok A lantai 2 masih menyisakan persoalan yang rumit. Kendati sudah sekitar empat tahun dibangun, namun sampai saat ini fasilitas pasar dengan kurang lebih 100 toko itu tidak ditempati oleh pedagang. Bahkan sebelumnya sempat digratiskan tetapi efeknya tetap nihil.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep hingga hari ini belum bisa menemukan solusi terbaik terkait pemanfaatan blok A. Sejauh ini mayoritas pedagang memilih berjualan di bibir jalan sepanjang atau sebelah timur gedung Blok A.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Shocibi mengatakan, adanya problem yang berkepanjangan tentang blok A hingga menjelang akhir tahun 2021 ini tak kunjung ada solusi. Sehingga keberadaan toko di lantai 2 itu tidak berfungsi.

“Hingga hari ini belum ditemukan untuk persoalan mendasarnya, kami akan meminta pihak pasar agar bisa atau ada tindak lanjut. Tetapi saat ini belum masih,” kata dia, Senin (15/11/2021).

Dikatakan Ardi, sejak awal perencanaan tambahan fasilitas pasar itu tidak maksimal, sehingga terjadi kesalahan di kemudian hari. Seperti di kawasan blok A yang saat ini tidak ditempati. Sebab, blok A tidak representatif, jauh dari jangkauan pembeli, sehingga blok tersebut tidak diminati pedagang.

”Pada dinamikanya pasca digusurnya pedagang di bundaran Pasar Anom Sumenep memang beberapa orang tidak kebagian tempat. Namun, saat diberikan tempat di blok A mereka tidak mau,” jelasnya.

Menurutnya, pedagang tidak minat di blok A lantaran ingin menempati daerah yang lebih representatif dan strategis. Maka dari itu, pihaknya akan kembali membahas dengan sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi terkait kelanjutan pemanfaatan blok A.

“Memang tidak diminati, kami harus mengumpulkan pihak-pihak terkait guna memikirkan bersama bagaimana blok A itu bisa berfungsi,” pungkasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *