KABAR MADURA | Revitalisasi pasar tahun ini terancam tidak akan terlaksana. Padahal, terdapat enam pasar yang diajukan untuk direvitalisasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi mengatakan, tidak terkavernya revitalisasi pasar itu lantaran minimnya angagran yang dialokasikan untuk dinasnya. Sehingga, rencana revitalisasi enam pasar terancam gagal terealisasi semuanya.
“Kemarin memang sempat mengajukan enam pasar. Tapi, karena anggarannya tidak ada, jadi gagal semuanya,” jelasnya kepada Kabar Madura, Rabu (3/4/2024).
Handiko menyebut, meski gagal mendapatkan anggaran revitalisasi tahun ini, pihaknya akan mengusahakan untuk diajukan di PAK mendatang. Harapannya, agar rencana revitalisasi tetap bisa teranggarkan dan direalisasikan tahun ini, meski hanya sebagian pasar.
Dikatakan, instansinya hanya mendapatkan anggaran untuk kegiatan rutin, seperti anggaran untuk cetak karcis, pembayaran listrik, bayar keamanan pasar, bayar TPS3R, dan beberapa kewajiban lainnya. Alokasi anggaran yang didapat kurang dari Rp200 juta, yakni hanya berkisar Rp185 juta untuk 13 pasar.
“Kemarin kami telah ajukan bantuan tak terduga untuk pasar Waru yang kebakaran, senilai Rp150 juta untuk renovasi tiga kios dan lima los yang terdampak. Mudah-mudahan yang itu disetujui,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, pemerintah daerah setempat harusnya bisa memploting porsi anggaran sesuai dengan skala prioritas. Menurutnya, keberadaan pasar yang representatif merupakan sangata penting, sebab pasar merupakan salah satu sumber penghasil pendapatan asli daerah (PAD). Dikatakan, apabila keberadaan pasar kurang memadai, maka akan berpengaruh.
“Sumber lain yang tidak produktif bisa dialihkan ke pasar. Dinas terkait harus pintar mencari celah mendapatkan sumber anggaran, terutama untuk pasar, karena itu tempat perputaran uang,” ungkapnya.
Untuk diketahui, enam pasar yang diajukan itu adalah Pasar Palengaan, Pasar Keppo, Pasar Duko Timur, Pasar Waru, Pasar 17 Agustus, dan Pasar Gurem.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





