oleh

Enam Pendamping PKH di Sampang Mundur, Sampai Saat ini Belum ada Pengganti

Kabarmadura.id/SAMPANG – Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten (Korkab) Sampang Nanang Muldiyanto mengatakan jumlah tenaga pendamping di wilayah itu disebut belum ideal dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pasalnya beberapa waktu terakhir terdapat enam orang pendamping mengundurkan diri karena mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan maju menjadi calon legislatif pada pemilu kemarin.

”Sebanyak enam orang pendamping PKH mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Perinciannya, empat orang karena mendaftar dan diterima menjadi CPNS dan dua orang karena maju sebagai caleg. Sayangnya hingga kini belum ada penggantinya,” ujar Nanang Muldiyanto kepada Kabar Madura, Senin (6/5).

Nanang menjelaskan, tenaga pendamping PKH di Kota Bahari saat ini, hanya berjumlah 234 orang, sedangkan jumlah KPM di Sampang per bulan Mei mencapai 72.106 jiwa. Setiap pendamping memiliki kewajiban dan tanggung jawab pendampingan sekitar 250-400 KPM. Itu berdasarkan sebaran dan jangkauan KPM di berbagai wilayah.

Ia melanjutkan, penambahan tenaga pendamping di berbagai daerah itu langsung ditentukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) selaku pemberi kerja dan inisiator PKH ini. Pihaknya mengaku setiap tahun melaporkan kekurangan pendamping di Kota Bahari sesuai kebutuhan.

”Sampai hari ini, kami masih kekurangan tenaga pendamping sebanyak 7 orang,  karena sebagian ada yang mengundurkan diri dan belum ada penggantinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bantuan Sosial dan Pelindungan Sosial (Dinsos) Sampang Syamsul Hidayat menegaskan, setiap ada tenaga pendamping PKH yang mengajukan pengunduran diri dengan berbagai alasan, pihaknya langsung mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintah pusat.

Dayat, sapaan akrabnya, mengaku tidak memiliki kewenangan apapun, hanya sebatas melaporkan. Semua keputusan, terkait penambahan dan pergantian pendamping PKH itu sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat.

”Kami hanya melaporkan, setelah itu menunggau keputusan dari pusat, kali ini ada penambahan lima orang pendamping, hanya saja detailnya kami belum tahu. Masih menunggu info lebih lanjut dari pusat,”pungkasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed