Enam PMI Asal Jatim Dirawat di RSLI Surabaya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BERDATANGAN : Ratusan PMI terus dipulangkan ke Sampang dari sejumlah negara setelah dikarantina di asrama haji Surabaya

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Sebanyak enam Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sampang, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Indrapura Surabaya. Mereka, terpaksa dipindah dari asrama haji Sukolilo setelah diharuskan melakukan isolasi. Informasi yang dihimpun dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur (Jatim), enam PMI itu bersamaan dengan beberapa PMI lainnya dari Jatim. Masing-masing, sejumlah PMI asal Banyuangi, Blitar, Tulungangung dan Pamekasan.

Mereka harus menjalani perawatan sekaligus isolasi hingga sembuh di RSLI Surabaya, setelah diketahui hasil tesnya positif terpapar Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Sampang Agus Sumarso, Minggu (25/7/2021).

Bacaan Lainnya

Pihaknya mengaku, tidak mengetahui secara detail identitas para PMI yang diwajibkan dirawat di RSLI Surabaya. Sebab, instansinya hanya fokus melakukan penjemputan terhadap PMI yang ada di lauar daerah Jatim. “kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Hanya saja, kami diberitahu jika ada beberapa PMI yang masih dirawat. Sebab, hasil tesnya positif,” ujarnya.

Menurutnya, semua PMI yang masih positif akan dirawat di Surabaya. Mereka, akan dipulangkan setelah dinyatakan sembuh. Selanjutnya, di Sampang juga akan dilakukan pemeriksaan ketat. Jika sudah aman, akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing. Sebab, pemerintah setempat sudah menyiapkan tempat transit dan pemeriksaan.

Terutama, khusus PMI yang sudah dirawat di Surabaya. Sedangkan, untuk PMI yang hasil tesnya negatif langsung dipulangkan kampung halaman masing-masing. Hingga saat ini, jumlah PMI yang sudah dipulangkan lebih dari 2 ribu orang. Namun, mereka tetap menjadi pantauan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) melalui puskesmas setempat. Sehingga, jika ada keluhan dan kejanggalan langsung bisa tertangani.

Sementara Plt Kepala Dinkes-KB Sampang Agus Mulyadi mengaku, pemantauan PMI yang sudah pulang ke rumah terus berlangsung. Sehingga, jika ada PMI yang sakit bisa tertangani dengan cepat. “Kami tetap efektifkan petugas di kecamatan. Mereka diwajibkan, melayani keluhan keluarga PMI di semua puskesmas,” responnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *