oleh

Engelberd Sani Siap Menjadi Pembeda

Kabarmadura.id-Madura United akan menjalani pertandingan berat sore ini di Stadion Maguwoharjo Sleman. Tim ini harus menang melawan Borneo FC untuk memastikan satu tiket babak 8 besar Piala Presiden 2019.

Sayang, tim yang menjuarai turnamen Suramadu Super Cup (SSC) 2018 tengah dihantui rekor buruk kala bersua Laskar Pesut Etam. Pasalnya, sebanyak 8 pertandingan melawan tim tersebut hanya mampu mengamankan satu kemenangan.

Raihan poin penuh tersebut terjadi pada putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Kala itu, Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan mampu menang 2-1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), 20 Mei 2016 lalu.

Kemenangan semata wayang atas Diego Michiels dan kolega itu tak terlepas dari masuknya penyerang sayap Madura United Engelberd Sani di babak kedua. Sementara, pada babak pertama kedudukan masih 0-0.

Kala itu, pemilik bomor punggung 7 tersebut langsung menjadi pembeda dengan menuntaskan umpan matang Pablo Rodriques. Kontribusinya tidak berhenti di situ, ia menjadi pemain yang dilanggar di kotak terlarang yang membuat wasit menunjuk titik putih. Pablo yang mengeksekusi mampu memastikan kemenangan 2-1.

Kendati demikian, bomber asal Sorong, Jayapura itu menyimpan asa kemabali menjadi kartu As tim. Tak ayal, dia berharap masuk strategi pelatih kepala Dejan Antonic.

“Semua pemain ingin mencetak gol. Saya juga ingin kembali mencetak gol. Musim ini saya belum mencetak gol. Saya berharap bisa diturunkan pada pertandingan besok (sore ini, red),” harapnya.

Dua pertandingan di penyisihan Grup D Piala Presiden 2019, dia tidak pernah merumput satu menit pun. Yakni, kala Madura United menang lawan PSS Sleman 2-0 (5/3) dan diimbangi juara bertahan Persija Jakarta 2-2 (8/3).

Selain Engel, Madura United memiliki banyak opsi di posisi penyerang sayap. Sebut saja, David Laly, Rinto Ali, Guhroni Almakruf, Alfath Fathier, dan Alberto Gonvalves sambil saling bertukar posisi dengan Aleksandar Rakic. (idy/nam)

 

Komentar

News Feed