oleh

Enggan Diisolasi Mandiri, PMI Asal Sumenep Mengaku Berasal dari Bangkalan

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengaku kecolongan dalam mengantisipasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung. Pasalnya, sebagian PMI tidak mengaku sebagai warga Sumenep karena takut diisolasi mandiri.

Hal itu terjadi terhadap warga Desa Galis Kecamatan Gili Genting Sumenep, Mohammad Jusuf. Hingga saat ini Disnakertrans Sumenep masih kesulitan dalam melacak keberadaan yang bersangkutan. Padahal, berdasarkan informasi dari Jawa Timur PMI tersebut sudah pulang ke Sumenep.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Sumenep Moh. Zaini mengatakan, pemerintah saat ini mulai meperketat penjagaan terhadap PMI yang hendak pulang kampung. Hal itu bertujuan agar semua PMI yang pulang kampung diketahui dan segera melakukan isolasi mandiri.

“Sebagian PMI takut diisolasi mandiri. Pada waktu PMI tiba di Surabaya, mereka naik bus dan turun lebih dulu sebelum sampai rumahnya. Terbukti, Mohammad Jusuf hingga saat ini masih tidak sampai ke Sumenep,” katanya, Minggu (19/4/2020).

Ia menambahkan, saat ditelepon petugas, Mohammad Jusuf mengaku bukan orang Sumenep, tapi orang Bangkalan. Hal itu pula yang membuat pemerintah harus lebih waspada terhadap pengawasan PMI yang pulang kampung.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian tersebut, mulai Jumat (17/4/2020), pemerintah berusaha mengantar PMI ke rumahnya sehingga bisa diisolasi mandiri.

“Sekarang PMI menjadi tanggung jawab provinsi. Ketika tiba di Surabaya, PMI didampingi dan diantarkan ke rumahnya,” ujarnya.

PMI lebih memilih pulang lebih cepat, dan tidak selalu mau diisolasi mandiri. Alasannya, ingin cepat kumpul di rumahnya. Hal itulah yang menjadi kehatia-hatian pemerintah di dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat ini.

Mengenai PMI yang tidak mengaku orang Sumenep saat ini sedang ditelusuri keberadaan dan asal yang sebenarnya.

“Jika betul orang Sumenep, maka akan dilakukan isolasi mandiri nantinya,” ujarnya.

Zaini menegaskan, hingga saat ini ada 8 PMI asal Sumenep yang sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Rinciannya, pada bulan Maret ada 2 orang, dan pada tanggal 8 April sebanyak 5 orang. (imd/pai)

Komentar

News Feed