oleh

ESDA Gagalkan Badan Meteorologi ke Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Seiring dengan ditemukannya sumur yang diduga mengandung gas di Kecamatan Batang-Batang, Kepala Bagian Energi dan Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenp Abd Kahir dan rekan-rekannya melakukan investigasi ke lapangan.

Selain itu, ESDA juga melayangkan surat ke Badan Meteorologi di Bandung, namun rencana mendatangkan Badan Meteorologi digagalkan karena dirasa tidak perlu menindaklanjuti adanya kandungan gas tersebut.

“Iya (menyurati badan meteorologi, red) tapi tidak perlu, karena kondisi itu sudah pernah kita alami mengatasi, dan solusinya seperti itu (diberi saluran pipa, red),” ungkap Kahir saat dihubungi Kabar Madura, Senin (11/3).

Lebih lanjut, Kahir membandingkan fenomena sumur mengandung gas tersebut dengan beberapa kecamatan lain yang terdapat fenomena serupa, seperti di Kecamatan Pasongsongan, Manding, Pragaan, dan Rubaru.

Kejadian itu dinilai tidak jauh berbeda dari kejadian sebelumnya, bahkan di Pasongsongan lebih dalam daripada yang di Batang-Batang yaitu, 100 meter. Sementara sumur yang mengandung gas di Batang-Batang ini kedalamannya hanya 62 meter. Biasanya gas alam itu berada di kedalaman ribuan meter.

Investigas terakhir yang dilakukan ESDM Sumenep, saat ini kedalaman sumur gas di Batang-Batang tinggal dua meter, selebihnya tertutup dengan sendirinya.

“Kemarin melakukan survei, itu bukan gas, bukan. Kami sudah pengalaman di Rubaru, Manding, Pragaan, Pasongsongan, sama seperti itu. Itu bukan bocoran gas, gas itu ribuan meter. Kalau misal seperti itu, itu biasanya gas metana yaitu, hidrokarbon paling sederhana, tidak berbau, dan tidak mudah terbakar, pungkasnya. (mad/rei)

Komentar

News Feed