ESDA Sumenep Akui Letak Pembangunan Pompa Air Kurang Tepat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KURANG GUNA: Salah satu upaya mempermudah akses mendapatkan air, dibangun pompa air, namun Bagian ESDA Setkab Sumenep akui peletakannya kurang tepat.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pompa air yang biasanya difungsikan untuk penanggulangan kekeringan, justru diletakkan di lokasi yang tidak tercatat sebagai daerah rawan kekeringan. Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep yang bertanggung jawab atas keberlangsungan proyek pengadaan tersebut.

Pihak ESDA juga mengakui bahwa dua lokasi di Kecamatan Gapura dan Pragaan itu bukan daerah yang strategis. Sebab, biasanya keberadaan proyek pompa air yang dikerjakan sejak 2018 itu diperuntukkan untuk desa.

Bacaan Lainnya

“Berdasar petunjuk bupati, diperintahkan untuk disosialisasikan ke pesantren. Sehingga diletakkan di pesantren, yaitu di Prenduen dan Baraji. Karena kami pikir manfaatnya sama,” kata Kasubag Pertanian Perikanan dan Kelautan ESDA Sumenep, Andi Suprato (26/11/2020).

Pihaknya juga mengakui, peletakan proyek di lokasi tersebut ada sedikit kepentingan politik. Dia juga sepakat, mestinya keberadaan pompa air itu diperuntukkan guna menanggulangi kekeringan.Sehingga untuk tahun depan, pihaknya akan memproyeksikan untuk direalisasikan ke desa-desa yang memang menjadi target atau peta kekeringan.

“Dulu itu ada kepentingan politik, karena pak presiden akan turun ke Al-Amin Prenduan, maka di letakkan di sana, mestinya memang untuk desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menyebutkan, sebanyak 29 desa pada 10 kecamatan, 16 desa diantaranya alami kering langka, 11 desa kering kritis, dan 2 desa lainnya mengalami kering terbatas.

Salah satu desa yang biasa mengalami kering kritis adalah Desa Montorna dan Prancak Kecamatan Pasongsongan.

Rahman menjelaskan, untuk dua desa tersebut memang sering mengalami kering kritis setiap tahun. Walaupun sudah melakukan pengeboran air tetap tidak keluar. Sebab, tanahnya sangat tandus.

“Masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, kami pasrahkan juga pada pihak desa. agar dana desa juga dipergunakan bagi masyarakatnya yang kekurangan air,” paparnya. (ara/waw)

DATA LOKASI KEKERINGAN DI SUMENEP (PER OKTOBER 2020)

10 KECAMATAN 29 DESA

  1. Kecamtan Pasongsongan : Desa Montorna, Prancak, Campaka Lebbeng Barat
  2. Talango : Desa Padike, Kombang,Poteran.
  3. Saronggi : Desa Langsar, Tanah Merah,
  4. Rubaru : Basoka, Mandala, Duko, Karang Nagka
  5. Batu Putih : Juruan Laok, Juruan Daya, Tengedan, Batu Putih Daya, Gantenan, Larangan Benma, Bulle en, Batu Putih kenek, Larangan Benta
  6. Ambunten : Tambaagung Barat
  7. Ganding : Geddu Timur
  8. Bluto : Pakandangan Tengah
  9. Paragaan : Paragaan Daya
  10. Batang-batang : Batang- batang daya, Taman Jengkong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *