oleh

Evi Febriani; Penggerak Biro Konsultasi Psikologi di EPC Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan – Sumber Daya Manusia (SDM) perlu didorong oleh orang-orang hebat, demi kebangkitan dan kemajuan. Sebab, kualitas manusia menjadi penentu kualitas bangsa. Tidak ada bangsa yang menarik tanpa adanya orang hebat. Tidak ada kehebatan tanpa adanya kemanfaatan.

Menjadi seorang perempuan tidaklah mudah. Apalagi memiliki keunggulan tinggi dalam satu bidang tentunya sangatlah luar biasa, terlebih keunggulan itu disalurkan dengan mempertimbangkan kemajuan anak bangsa.

Evi Febriani, Kartini asal Madura yang dikenal sebagai penggerak biro konsultasi psikologi, merupakan perempuan yang tidak mau meninggalkan Madura. Meski telah dikenal sebagai biro konsultasi psikologi yang produktif, Evi tidak akan beranjak ke mana-mana, termasuk meninggalkan Madura sebagai pulau yang membesarkannya di berbagai aspek budaya. Dia tetap ingin mengabadikan keilmuan untuk anak bangsa Madura. Karena bagi Evi, pendidikan adalah untuk mengangkat derajat bangsanya, yakni bangsa Madura.

Sekitar tahun 2015, dia mendirikan pusat pelayanan psikologi yang bernama Eviera Permata Consultant (EPC) Madura. Evi menjadi direktur utamanya. Tahun itu adalah tahun permulaan untuknya, yang menjadikan perempuan asal Sumenep ini sebagai biro konsultasi psikologi satu-satunya di Madura.

Bagi Evi (sapaan akrabnya), tujuan dari berdirinya EPC Madura adalah untuk menjadi pusat pelayanan, pelatihan, pendidikan, dan pengembangan SDM. EPC Madura telah melakukan berbagai kegiatan yang tentunya menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, demi mencapai kualitas SDM yang semakin membaik.

Lembaga yang ikut serta menggunakan EPC sampai saat ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lembaga pendidikan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan-perusahaan yang berada di Madura.

Dari beberapa lembaga yang menggunakan EPC sampai saat ini, menunjukkan bahwa kualitas EPC tidak bisa diragukan lagi. Pencapaian yang telah diraih oleh EPC bisa dinilai sebagai prestasi besar, tentunya tidak terlepas dari buah tangan perempuan lulusan sarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang dan Magister Psikolog Universitas 17 Agustus Surabaya ini.

“Bagi saya, Madura adalah tanah kelahiran yang tidak boleh ditinggalkan. Sebesar dan sekecil apapun ilmu yang kita miliki, kita harus pulang ke tanah kelahiran,” ujarnya pada kabarmadura.id, Ahad (16/8/2020) malam.

Menurut Evi, menjadi biro konsultasi psikologi tidaklah mudah, karena harus bekerja di masyarakat yang secara konstruk sosial sangat berbeda-beda.

“Pertama yang saya terapkan di EPC adalah kesadaran diri, bahwa banyak orang yang butuh terhadap kita sebagai konselor,” ujarnya.

Sebagi komitmen pertama yang Evi lakukan di EPC ialah bagaimana kemudian EPC dapat membangun SDM yang berkualitas dan berkemajuan. Tidak ada hal lain yang dia lakukan, kecuali hanya ingin mengabdikan diri pada Madura.

Ada beberapa komitmen dalam memajukan EPC di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kemanfaatan EPC lebih berdampak luas kepada masyarakat secara umum.

“Saya berharap tahun 2021 ini EPC dapat memperlebar manfaat ke wilayah provinsi, sehingga kita yang berada di dalamnya bisa menyebar ilmu pengetahuan ke luar wilayah yang tidak hanya sebatas Madura. Tentu yang kita lakukan ini tanpa menghilangkan identitas kebangsaan kita sebagai masyarakat Madura, sebab memajukan kualitas SDM Madura lebih utama,” jelasnya.

Dosen IAIN Madura ini telah banyak melakukan gebrakan baru dengan kualitas yang dimilikinya sebagai seorang Direktur EPC Madura. Bermanfaat bagi manusia adalah tujuan utamanya sebagai tanda cinta Tanah Air.

Demi memperdalam pengetahuannya di bidang psikologi, Evi sedang menyelesaikan Program Doktor Psikologinya di
Universitas Negeri Malang, Sabtu (16/8/2020) malam. (01km/nam)

Komentar

News Feed