F-Gerindra Tekankan Optimalisasi Pengelolaan DID

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) HARUS INOVATIF: Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta terus berinovasi agar bisa meningkatkan penerimaan DID

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan memberikan pandangan akhir terhadap laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun anggaran 2020. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pamekasan Ridai mengapresiasi terjadinya peningkatan dana insentif daerah (DID) dari tahun sebelumnya.

“Penerimaan DID tahun 2019 sekitar Rp14 miliar. Tahun 2020 penerimaan DID mencapai Rp40 miliar lebih,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, potensi penerimaan DID setiap kabupaten menurutnya sebesar Rp100 miliar. Sehingga, pemkab menurutnya masih perlu bekerja lebih keras lagi agar bisa terus meningkatkan jumlah penerimaan DID setiap tahunnya. Ia juga menambahkan, berbagai inovasi harus dilakukan.

Namun, pihaknya menegaskan inovasi dan kerja keras yang dilakukan tidak hanya berupa aksi-aksi bernuansa pencitraan. Melainkan wujud nyata dalam upaya meningkatkan pencapaian beberapa indikator yang menjadi syarat untuk memperoleh DID lebih tinggi.

“Jangan sampai aksi-aksi inovasi cenderung menjadi ajang pencitraan semata,” tegasnya.

Meski begitu, dia menganggap pemkab telah cukup maksimal dalam pengelolaan DID. Namun pihaknya memberikan catatan agar beberapa hal diperhatikan lebih lanjut. Salah satunya, dalam hal pengelolaan sampah. Menurutnya, Pamekasan yang selama dua tahun terakhir tidak mendapatkan Adipura menjadi catatan untuk mengelola sampah lebih baik lagi.

“Dua tahun terakhir ini kamu melihat Pamekasan tidak pernah mendapat Adipura. Idealnya pengolahan sampah dengan sanitary landfill,” usulnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan  Taufikurrahman menyampaikan, terdapat beberapa indikator yang wajib dipenuhi untuk mendapatkan DID tinggi. Salah satunya kemampuan fiskal daerah, sektor pendidikan, peningkatan pelayanan publik dan semacamnya. Namun hal itu menurutnya bukan hanya tugas eksekutif.

“Ini tugas kita bersama untuk mencapai indikator itu. Tidak hanya eksekutif,” ucap Taufik.

Lebih lanjut, ia menerangkan, sebagian besar DID dalam dua tahun terakhir dialokasikan untuk penanganan dampak Covid-19. Mulai dari penanganan preventif, pemulihan ekonomi, hingga pemberian jaringan pengaman kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Ada bagiannya, untuk pemilihan ekonomi sekian, untuk jaring pengaman sosial sekian,” ucap Taufik. (ali/maf)

Penerimaan DID di Pamekasan

-Tahun 2019: Rp14 miliar

-Tahun 2020: 40 miliar

– Beberapa indikator untuk meningkatkan perolehan DID:

kemampuan fiskal daerah, sektor pendidikan, dan peningkatan pelayanan publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *