oleh

Faktor Ekonomi Menjadi Faktor Utama Tingginya Angka Perceraian

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Pamekasan, setiap tahun terus mengalami peningkatan. Dari ratusan kasus yang ditangani oleh PA, faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu tingginya angka perceraian di wilayah setempat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Pamekasan Hery Kushendar, angka perceraian sejak tahun 2017 mengalami peningkatan hingga 10 persen. Tercatat pada tahun 2017 ada sebanyak 1.313 kasus, dengan rincian 507 cerai talak, dan 817 cerai gugat.

Jumlah meningkat menjadi 1.348 kasus pada tahun 2018. Dengan rincian 507 cerai talak, dan 864 cerai gugat. Jumlah tersebut merupakan hasil persidangan dari 2.156 perkara yang diterima selama satu tahun terakhir.

“Faktor pemicu perceraiannya variatif, tapi mayoritas karena faktor ekonomi dan pertengkaran,” katanya Kamis (27/3).

Selain faktor ekonomi, pemicu terjadinya perceraian di Pamekasan terjadi akibat perselingkuhan, perselisihan akibat kawin paksa, faktor kriminal berupa mabuk dan judi hingga meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, KDRT, cacat badan, dan lain-lain.

Namun demikian, menurut Hery, tidak semua perkara cerai yang masuk ke PA bisa berakhir dengan perpisahan sebuah keluarga. Sebelum melakukan putusan, majelis hakim lebih dulu melakukan mediasi kepada kedua belah pihak, jika media berhasil, perkara perceraian tidak dilanjut dan keluarga bisa rukun kembali.

“Untuk tahun ini, sejak Januari hingga Februari dari 299 perkara, sebanyak 283 berujung perceraian,” terangnya.

Sementara itu, praktisi hukum Abd. Warits mengatakan, selain faktor ekonomi, salah satu pemicu terjadinya perceraian adalah pernikahan dini. Pria yang saat ini aktif dalam pendampingan hukum di PA Pamekasan itu mengaku, dari berbagai kasus yang dia dampingi, sebagian besar terjadi pada keluarga yang menikah di bawah umur.

“Untuk itu, perlu kiranya sebuah keluarga memperhatikan umur sebelum melangsungkan pernikahan,” tandasnya. (pin/pai)

Komentar

News Feed