oleh

Farida Sepenuh Hati Jalani Peran Ganda, Jadi Ibu dan Aktivis Perempuan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Siti Farida, wanita  kelahiran Jember 31 Agustus 1981 ini adalah salah satu aktivis perempuan di Sampang.  Ia mengaku mengaku terpanggil untuk memperjuangkan dan mendampingi para kaum hawa manakala menghadapi masalah, seperti kekerasan dan semacamnya.

Awal mula dia ertarik terjun sebagai aktivis perempuan, diakuinya, karena melihat adanya kesenjangan perlakuan terhadap perempuan di sekitarnya, utamanya ketika para kaum hawa sedang menghadapi masalah kehidupan.

“Saya menjadi aktivis ini, murni saya hanya ingin mendampingi dan memerdekakan kaum saya, ketika mereka dalam belenggu ketidakberdayaan, mengalami kekerasan dan semacamnya,” ucap Farida, Kamis (09/07/2020).

Dalam bergelut dengan dunia pendampingan terhadap kaumnya, diakui Farida,tidaklah mudah, karena harus menjalani peran ganda. Di satu sisi, dia harus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga bagi anak-anak dan suaminya, tapi sebagai aktivis juga dituntut untuk aktif di ranah publik.

“Ketika saya harus memilih untuk menjadi aktivis, maka saya harus siap menghadapi pandangan masyarakat tentang aktivis perempuan yang selama ini dianggap ‘tidak pantas’ dan cenderung dinilai negatif. Tapi saya sangat bersyukur, lingkungan dan keluarga terutama suami sangat mendukung dengan pilihan hidup dan aktivitas saya selama ini,” ujar istri dari Tamsul itu.

Seringkali bertemu dengan korban dan bahkan keluarganya yang kadang masih berada dalam perdebatan pro-kontra, menjadikan Farida memiliki banyak referensi dalam memilih pola pendampingan terhadap kaumnya.

“Ketika saya bertemu dengan korban, saya bicara dari hati ke hati dan membangkitkan rasa percaya diri mereka. Yang agak berat sebeanrnya sebenarnya adalah ketika pelaku ditangkap dan diproses hukum, ada sebagian yang  enggan berhubungan dengan keribetan proses hukum,” ceritanya.

Namun, saat pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku,  sebagian perempuan makin meningkat kesadarannya dalam berproses secara hukum.

Farida menegaskan, semua perjuangan dan pengalaman dirinya menjadi aktivis, sebenarnya tidak ada yang perlu dibanggakan.

“Hakikat kita sebagai manusia, harus bermanfaat kepada sesama, tentu dengan ikhtiar dan kemampuan serta sesuai peran yang kita jalankan masing-masing. Semoga kedepan kita semua bisa lebih baik,” pungkas Farida.(sub/bri/waw)

 

Komentar

News Feed