oleh

Fathiyatul Jannah, Pejuang IPPNU Sejak Duduk di Bangku SMP

Pegang Amanah PC IPPNU Pamekasan Justru Saat Sebagian Ragu

Fathiyatul Jannah, Pejuang IPPNU Sejak Duduk di Bangku SMPKabarmadura.id-Aktivitasnya sebagai penggerak, sudah dijalani perempuan bernama Fathiyatul Jannah sejak masih remaja, tepatnya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pilihannya untuk mengabdikan seluruh proses hidupnya di organisasi pelajar NU sejak remaja tersebut, membuahkan amanah dari kader-kader lainnya, untuk memimpin organisasi pelajar putri NU se-Pamekasan yang tergabung dalam IPPNU Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Semangat berproses yang dimiliki oleh wanita kelahiran Pamekasan 17 September 1996 tersebut menjadikannya sebagai seorang pribadi yang tangguh dan tidak muudah mundur meninggalkan proses yang telah ia lalui bertahun tahun.

Dirinya memiliki dedikasi yang tinggi terhadap generasi bangsa terutama terhadap para pelajar putri, spirit dedikasi tersebut mendorongnya untuk terlibat aktif ke dalam organisasi kaderisasi. Kini dia aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, bahkan ia didapuk sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pamekasan.

Kepercayaan yang ia dapatkan tersebut tidak disia-siakan. Seluruh tenaga dan pikiran ia kerahkan untuk membesarkan organisasi yang dipimpinnya. Bagian dari prosesnya yang tidak bisa ia lupakan adalah saat dia bersama segenap rekan-rekan IPPNU yang lain berusaha mendirikan Komisariat di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Pamekasan, tepatnya di SMP 1 Galis.

Menurutnya, bukan hal mudah mendirikan komisariat di sekolah tersebut. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai pro dan kontra hingga kecaman atas dirinya. Namun, semangatnya tidak pudar seiring dengan dengan tekad dan keyakinan, selama organisasinya baik apapun akan ia lalui, meski harus sedikit berkorban banyak hal.

“Saya dahulukan kebutuhan dan kepentingan organisasi, saya tidak perduli bagaimana dengan saya sendiri. Terpenting organisasi bisa hidup, aktif dan massif,” ucap alumnus IAIN Madura tersebut.

Wanita yang akrab disapa Fathiya tersebut memulai prosesnya di IPPNU semenjak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Di usia sebelia itu, dia sudah dikenalkan oleh senior-seniiornya terhadap NU dan IPPNU. Tidak heran jika dirinya banyak tahu soal wawasan ke NU-an dan juga wawasan ke IPPNU-an.

Baginya menjadi Ketua PC IPPNU bukanlah hal yang perlu dibanggakan secara berlebihan, meski sebenarnya prosesnya hingga bisa sampai di titik ini terbilang cukup  melelahkan dan tidak jarang mengundang duka, mengapa tidak, dirinya pernah dicemooh oleh orang-orang disekitrnya, bahkan diragukan akan potensinya dalam memimpin sebuah organisasi.

Akan tetapi wanita cerdas ini justru menjadikan keraguan orang-orang padanyaa sebagai pelecut semangatnya, bahkan dirinya bersykuru ada yang meragukan kemampuannya sebab dengan begitu dia bisa terpacu untuk berbuat haal besar yang bisa membungkam mulut-mulut yang telah meragukan kemampuannya, justru dia merasa terbebani jika semua orang percaya dan memiliki harapan besar kepadanya dan ternyata dirinya tidak bisa memberikan seperti harapan mereka.

Hal membanggakan lainnya, dirinya pernah menerima kerjasama dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan untuk menggelar seminar kebangsaan dengan para ustadz dan ustadzah bersama IPPNU. Kepercayaan tersebut diakuinya seperti obat atas proses melelahkan.

“Saya punya mimpi besar, agar bagaimana Pelajar Putri Nahdlatul Ulama bisa terangkat karena memiliki segudang prestasi, denagn begitu saya akan merasa senang dan bangga karena itu berarti aya tisak sia-sia selama ini mengorbankan banyak waktu untuk IPPNU,” ucap dara asal Galis tersebut. (bri)

 

Komentar

News Feed