oleh

Fauzi-Eva Tegaskan, Bismillah Melayani adalah Ikhtiar Fasilitasi Kebutuhan Dasar

KABARMADURA.ID, Sumenep- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Sumenep Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah mengambil tagline Bismillah Melayani. Jargon itu kemudian dituangkan ke dalam visi-misi yang akan dijalaninya selama memimpin.

Cabup Sumenep Achmad Fauzi mengutarakan, Bismillah Melayani berawal dari aspirasi yang masuk dari berbagai elemen masyarakat dari berbagai persoalan dan aspek kebutuhan masyarakat.

Melalui Bismillah Melayani, aspek religius dan pelayanan bersatu padu menjadi bingkai kekuatan Fauzi-Eva. Dalam hal itu, tidak menjanjikan kesejahteraan yang sudah lumrah diutarakan rata-rata calon. Namun, dia lebih pada pelayanan yang memang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Bisamillah melayani, berawal dari berbagai kebutuhan masyarakat di Sumenep, semenjak menjabat sebagai wakil bupati. Banyak beberapa aspirasi-aspirasi dari yang harus terus dilayani dengan baik,” kata Fauzi.

Pelayanan terbaik, yakni pelayanan yang tercepat. Bagaimana dapat memberikan ruang pada masyarakat dan memberikan sebuah kecepatan dalam menjawab segala hal. Dalam artian, program yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Kebutuhan masyarakat yang harus dilayani saat ini, misalnya di wilayah kepulauan yang membutuhkan rumah sakit. Rumah sakit dibutuhkan, mengingat tiga tahun terkhir banyak aspirasi atau masukan dari maayarakat.

“Sering terjadi pada pasien yang akan dirujuk ke Sumenep meninggal di atas kapal. Oleh Sebab itu, keterbatasan alat di Sumenep akan dilayani dengan membangun rumah sakit,” tuturnya.

Rumah sakit di kepulauan merupakan kebutuhan urgen. Saat menjadi wabup, Fauzi bersamabupati Sumenep sudah membangun rumah sakit tipe D di Pulau Kangean. Melalui itu, pelayanan kesehatan menjadi merata, baik di daratan maupun di kepulauan.

“Itulah ikhtiar pelayanan yang baik kami, dan setiap yang baik pasti diawali dengan bismllah. RSUD yangsudah dibangun akan kami teruskan agar bisa melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, misalnya masyarakat membutuhkan taransportasi laut,saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Lebih-lebih transportasi jangka pendek, seperti tranportasi yang melayani trayek-trayek yang pendek antarpulau di wilayah kepulauan.

Ke depan akan dimasukkan dalam programnya, sehingga selaras dengan kebijakan yang akan diberikan kepada masyarakat untuk kebutuhan transportasi antar pulau. Pihaknya akan mempercepat ekonomi melalui transportasi.

“Contohnya, dikepulauan saat ini, seperti di Sapeken, banyak perahu yang melayani trayek pendek. Maka nanti akan dikumpulkan, agar tidak terjadi dampak sosial. Sehingga harus dikomunikasikan agar secara aspek ekonomi yang cukup baik harus dibarengi dengan aspek sosial yang cukup baik. Jangan sampai aspek ekonominya itu baik. Tetapi, dampak aspek sosialnya kurang baik,” paparnya.

“Bukan hanya bidang kesehatan. Tetapi, di bidang pendidikan menjadi ikhtiar kami untuk dirumuskan agar lebih baik kagi,” katanya.

Dalam dunia pedidikan, saat ini masih ada keluhan tentang guru. Fauzi berkomitmen untuk memikirkan kualitas SDM dan kesejahteraan guru. Tidak hanya guru di bawah naungan Dinas Pendidikan, tapi mencakup semua guru, termasuk guru yang ada di pesantren.

“Dulu saya ingat pada waktu menjabat wabup, honork guru K2 per bulannya Rp250 ribu, naik ke Rp350ribu, kemudian menjadi Rp500ribu, naik ke Rp700ribu, lalu ke angka Rp750ribu, dan tahun 2020 naik ke Rp1.000.000. Kedepan, kami terus berpikir untuk kesejahteraan guru. Tentunya dengan mengukur pada kekuatan APBD yang ada,” tandasnya.

Selaras dengan tagline-nya, pelayanan di bidang infrastruktur masuk hitungan prioritas. Pembangunan infrastruktur kualitas menjadi perhatian pula, lebih-lebih di wilayah kepulauan yang kualitas aspalnya misalnya, harus sama dengan yang ada di daratan.

“Maka akan dilakukan agar keadilan benar-benar tetap terjaga. Sebab, Inftastrutur akan mempercepat tranportasi,” bebernya.

Begitupun, dengan etani tembakau dan petambak garam akan mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintahannya. Utamanya dalam hal memperjuangkan harga tembakau dan harga garam agar memihak pada petani. Hal itu butuh tindak lanjut dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk dirumuskan.

“Kita mencoba beberapa cara agar ada sebuah kepastian dan persaingan yang baik. Termasuk bermitra langsung dengan pabrikan, sehingga pabrikan bisa membeli langsung tembakau petani,” terangnya.

Bahkan, kalau perlu membuat posko untuk memantau langsung serapan dan harga tembakau.

Khusus untuk serapan dan harga garam rakyat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pabrikan. Termasuk dengan PT Garam, supaya benar-benar hadir dan mampu menjadi penyeimbang harga atas perusahaan swasta.

Salah satu yang menjadi persolan, adanya garam impor. Untuk itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian harus inten dilakukan.

“Bismillah melayani akan betul-betul kami terapkan,” ujar dia.

Mengenai kekayaan alam di  Sumenep, seperti minyak dan gas (migas). Saat ini memang dalam rangka melindungi dan mengelola SDA.Terhadap hal itu, butuh kehati-hatian, sehingga pelayanan berinvestasi juga bisa maksimal.

Ditambahkan Fauzi, ada banyak hal yang sudah dilakukam dirinya bersama Bupati Sumenep A Busyro Karim. Terhadap program dan kinerja yang baik dan sesuai kebutuhan masyarakat akan terus digenjot jika dirinya ditakdirkan menjadi bupati.

“Kami akan melanjutkan visi-misi yang lama, agar tidak putus dan programnya berkesinambungan,” pungkasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed