Fauzi Komitmen Cetak Santri Entrepreneur lewat Wirausaha Mandiri Berbasis Pesantren

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERSAMA ULAMA: Achmad Fauzi saat menyalami salah satu pengasuh ponpes di Sumenep dan mantan Bupati Sumenep KH M Ramdhan Siraj.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Calon Bupati (Cabup) Sumenep nomor urut 01, Achmad Fauzi, punya perhatian tersendiri terhadap pondok pesantren (ponpes). Perhatian itu kemudian tertuang untuk untuk melatih dan mendidik santri dalam menumbuhkan wirausaha muda kompeten.(FOTO: KM/IST)

BERSAMA ULAMA: Achmad Fauzi saat menyalami salah satu pengasuh ponpes di Sumenep dan mantan Bupati Sumenep KH M Ramdhan Siraj.

Perhatian itu sebagai salah satu komitmennya untuk menciptakan wirausaha mandiri yang berbasis pesantren.

Menurut pria yang lima tahun mendampingi Bupati Sumenep A Busyro Karim itu, santri masa kini dituntut tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu berwirausaha.

“Santri tak melulu belajar soal agama. Tetapi juga perlu dibekali berbagai ilmu keahlian lain seperti wirausaha, teknologi hingga agribisnis untuk menunjang masa depan santri agar mandiri,” katanya.

Untuk itulah, lanjut Fauzi, dirinya bersama Nyai Eva (Nyai Dewi Khalifa) punya salah satu program unggulan wirausaha mandiri berbasis pesantren.

“Maka dari itu, salah satu program unggulan kami adalah membekali santri dengan pelatihan wirausaha. Sehingga ketika sudah selesai mondok mereka akan mempunyai keterampilan sesuai dengan keahliannya,” jelasnya.

Fauzi menegaskan, Sumenep adalah kota santri. Ada ratusan pesantren yang tersebar di daratan maupun kepulauan. Sehingga, sangat pas membekali para santri ilmu wirausaha. Karena jika ditakdirkan terpilih, dirinya bersama Nyai Eva punya impian mencetak pengusaha atau santripreneur.

“Komitmen ini tidak lain sebagai cara kami berterima kasih kepada pesantren. Program ini sangat pas, karena santri terbiasa mandiri. Karena kami punya impian mencetak pengusaha santri atau santripreneur. Bahkan muncul santri yang technopreneur, agropreneur hingga sociopreneur,” paparnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan ini meyakini, dengan sifat mandiri yang ada dalam diri santri, maka dengan sendirinya mereka bisa membuat terobosan baru.

“Santri masa kini dituntut untuk pandai berusaha mandiri dan percaya dengan kemampuannya. Dengan sifat mandiri yang ada dalam diri santri, maka dengan sendirinya mereka akan membuat terobosan-terobosan baru berdasarkan spirit, mindset, dan keterampilan dalam diri mereka,” pungkasnya. (ong/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *