oleh

Februari, Truk Odol Dilarang Lewat Pelabuhan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pada Februari mendatang, Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan bakal memperketat jalur akses masuk pelabuhan Kamal. Khususnya kendaraan truk over dimension over loading (Odol) yang mengangkut barang menuju pulau Madura. Larangan tersebut merupakan perintah langsung dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Ariek Moein menyampaikan, larangan itu demi kelancaran berlalu lintas. Di samping itu, guna menjaga infrastruktur jalan dari kerusakan serta mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas akibat kecelakaan. Sebab, banyak truk odol yang kelebihan muatan tidak sesuai dengan standar.
“Iya, mulai 1 Februari nanti truk odol tidak boleh lewat pelabuhan. Sebenarnya lewat tol jembatan Suramadu juga tidak boleh. Hanya saja peraturannya masih wajib tidak boleh lewat melalui jalur laut atau pelabuhan,” katanya, Senin (13/1).
Ariek mengungkapkan, untuk memperketat agar tidak terjadi kecolongan truk odol masuk pelabuhan, pihaknya berencana akan koordinasi dengan beberapa pihak. Antara lain yakni pihak ASDP, Dishub Provinsi Jatim dan para pengusaha yang membuat kendaraan roda empat untuk barang. Selain itu, jika dirasa perlu, pihaknya akan berencana menghidupkan kembali terminal timbang yang selama ini sudah mati di Kecamatan Socah.
“Terminal timbang selama ini yang aktif di Jrengik. Sebenarnya Tangkel juga butuh terminal timbang. Kalau hanya di Jrengik, kan mereka bisa mengakali lewat jalur selatan,” terangnya.
Peraturan ini sendiri tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension). Dalam SE 21 Tahun 2019 juga dijabarkan bahwa perusahaan agen pemegang merek kendaraan bermotor dilarang untuk memproduksi, memasarkan, dan mengimpor mobil barang yang dapat menimbulkan pelanggaran muatan lebih dan/atau pelanggaran ukuran lebih.
Surat edaran tersebut juga ditulis jika perusahaan karoseri dan atau penjual kendaraan bermotor (dealer) dilarang memproduksi, merakit, dan melayani pembelian kendaraan mobil barang yang dapat menimbulkan pelanggaran.
Sementara itu, petugas operator uji kir Dishub Bangkalan Nanang mengutarakan, saat ini banyak pengusaha atau pemilik truk yang nakal. Mereka menambah ukuran truk agar bisa memuat banyak barang dalam sekali perlajanan. Dia menjelaskan, truk odol yang diangkut kapal berpotensi menimbulkan bahaya karena mengurangi kinerja rem dan dapat menimbulkan patahnya water sprinkler.
“Kalau truknya tidak sesuai spesifikasi dan tidak standar seperti ditambah gitu, tidak boleh masuk pelabuhan,” paparnya.
Lebih lanjut, Nanang mengatakan, program dari kemenhub ini memang diakuinya masih sebatas pelarangan untuk melintas penyebarangan jalur laut atau pelabuhan. Sedangkan, program ini nantinya juga, Nanang menyampaikan, akan bertahap. Dimana pada tahun 2021 jalan tol seperti jembatan suramadu dan pelabuhan harus bebas dari truk Odol.
“Jadi untuk pemilik yang truknya dimodifikasi agar muatan lebih banyak segera dilakukan pembenahan yang sesuai standar. Sebab, saat uji kir akan kita berikan stiker ukuran truk standar,” tandasnya. (ina/nam)

Komentar

News Feed