oleh

FIF Dituding Lakukan Pemecatan Sewenang-wenang

Kabarmadura.id/Pamekasan –Seorang karyawan tetap di perusahaan PT Federal International Finance (FIF) Cabang Pamekasan Aminullah, mengaku menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahannya tanpa alasan yang jelas.

Dia menuturkan, PHK secara sepihak dari perusahaan tempatnya bekerja itu, lantaran dirinya dinilai tidak masuk kantor selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 30 Juni 2020 hingga 02 Juli 2020.

Sementara dia mengaku tidak pernah absen saat bekerja yang dibuktikan dengan daftar isian absensi. Bahkan di tanggal tersebut, dirinya masih masuk kerja dengan mengisi absen secara online.

Menurutnya, terdapat hal yang janggal dalam pemutusan hubungan kerjanya dengan FIF. Selain tidak pernah menerima teguran berupa surat peringatan (SP), dirinya juga tidak menerima uang pesangon dari perusahaannya.

Dirinya langsung menerima surat PHK dengan alasan tidak masuk kerja selama tiga hari. Padahal dalam peraturan perusahaan jelas dengan SP dulu. Jika selama dua kali SP tidak ada peningkatan kinerja, baru kemudian dipecat.

“Padahal saya tetap bekerja dan mengisi absen. Tapi saya dibilang tidak masuk kerja. Saya langsung dipecat tanpa ada SP terlebih dahulu,” ucapnya.

Dirinya menilai, perusahaan telah berbuat sewenang-wenang terhadap karyawan karena telah memberhentikannya dengan alasan tidak masuk akal. Itupun dia mengaku tetap bekerja dan mengisi absensi selama tiga hari yang dimaksud.

Dia kemudian mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan untuk mengadukan hal tersebut.

“Saya masih tidak tahu secara jelas kenapa saya dipecat. Padahal saya nyaman bekerja di sana, dan sebenarnya saya masih ingin tetap bekerja di sana,” tukasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Supriyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi kepada yang bersangkutan agar bisa dicarikan jalan keluar sehingga tidak memunculkan polemik.

Dia menuturkan, dalam hal ini pihaknya hanya berwenang melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Pihaknya tidak bisa meberikan sanksi kepada salah satu pihak yang terbukti melakukan kesalahan.

“Kami hanya melakukan mediasi kepada yang bersangkutan. Nanti kami akan dengar keterangan dari yang bersangkutan. Bahkan jika perlu nanti kami juga akan mendengar keterangan dari perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang PT. FIF Pamekasan Echsanudin mengaku masih ingin bertemu dengan Aminullah untuk membicarakan segala sesuatunya dengan baik-baik. Dia membantah pihaknya tidak memberikan pesangon kepada Amin.

Bahkan menurutnya, pihaknya masih menunggu Amin untuk datang ke kantornya guna membicarakan dan menyerahkan hak-hak yang didapatkan Amin.

“Semua ada kompensasinya kok, mas Amin masih kami tunggu ke kantor agar kami  jelaskan semua hak-haknya,” ulasnya. (ali/pin)

 

 

Komentar

News Feed