oleh

Firdaus Sanjaya Akui Popoler Jadi Penyanyi Dangdut Berkat Doa Sang Ibu

KABARMADURA.ID, Sumenep -Siapa yang tidak mengenal Firdaus Sanjaya, penyanyi dangdut asal Sumenep yang sudah manggung dimana-mana. Itu setelah dirinya masuk 6 besar D’Academy (DA) 4 Indosiar tahun 2017.

Sejatinya, basis Firdaus bukan penyanyi dangdut. Namun, sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), dia menekuni tilawatil qur’an dan sholawat. Kemudian dia termotivasi kontes dangdut yang menghiasi layar kaca.

Penyanyi berusia 25 tahun itu pun memutuskan untuk belajar olah vokal. Anehnya, dia hanya butuh waktu 8 bulan belajar bernyanyi dangdut. Setelah itu, dia mengikuti audisi DA 4 di Surabaya.

Walaupun hanya belajar 8 bulan, Firdaus langsung menyita perhatian para juri mulai dari tingkat lokal hingga juri para selebritis. Hebatnya, dia bisa mendapatkan golden tiket. Padahal, dia bersaing dengan puluhan ribu peserta di audisi DA 4 Jawa Timur.

“Saat menerima telepon dari Indonesia itu, saya senangnya luar biasa. Saya langsung sujud syukur dan bismillah berangkat ke Jakarta,” ceritanya kepada Kabar Madura saat disambangi ke rumahnya di Kecamatan Kalianget, Kamis (5/11/2020).

Firdaus sejatinya sangat sedih lantaran masuk 6 besar DA 4 tidak disaksikan langsung sosok ibunya, Halimah. Ibundanya itu meninggal beberapa bulan sebelum Firdaus ikut audisi.

Namun, dia mengakui, kesuksesannya itu tidak terlepas dari doa sang ibu. Sebab, ketika ibunya sakit selama 2 tahun. Dia yang merawatnya setiap hari. Sebelum ibunya meninggal dunia, Firdaus sempat ditanya soal konsennya saat itu.

“Iya, saya cerita mau ikut audisi dangdut. Saat bilang seperti itu, saya yakin ibu saya mendoakan saya dan dengan hanya belajar 8 bulan saya bisa lolos audisi dan bisa seperti sekarang. Ini saya persembahkan juga untuk ibu saya,” sambungnya

Selama musibah Covid-19 ini, alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Sumenep ini masih bisa mendapatkan penghasilan. Dia masih sering diundang menjadi qori  tilawatil quran, lebih-lebih di momentum maulid Nabi Muhammad ini.

Kendati sudah terbilang sukses, Firdaus tidak pernah menyombongkan diri. Dia selalu ingat perjuangannya sebelum bernyanyi. Dulu, dia mengais rezeki dengan menjadi kuli dan bekerja sebagai kuli bangunan.

“Saya pernah nguli itu sampai ke Sampang demi cari uang saja,” tutup Firdaus. (idy/bri/waw)

 

Komentar

News Feed