Fish On Mandek, Diskan Bangkalan Pasrah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERTAHAN: Nelayan saat berada di tengah lautan di Laut Pelabuhan Kamal, Bangkalan. Beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, KAMAL– Penggunaan aplikasi fish on untuk membantu nelayan dalam mencari ikan belum terealisasi. Program Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tersebut belum direalisasikan di Kota Dzikir dan Sholawat. Padahal dengan adanya aplikasi fish on tersebut dapat memudahkan nelayan untuk mencari ikan, menimbang, bahkan menjualnya secara online.

Serang nelayan asal Kelurahan Bandaran Bangkalan Hosen, menyampaikan program fish on belum juga digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh nelayan. Sehingga kondisi nelayan masih stagnan. Belum bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. ”Saya pernah ikut sosialisasinya, dan harusnya ini sangat menguntungkan para nelayan,” ulasnya.

Bacaan Lainnya

Kata Hosen. Di dalam aplikasi fish on semuanya dibantu. Mulai dari deteksi titik kumpul ikan, mengukur berat ikan, dan juga perkiraan harga dan penjualan secara online. Sehingga keuntungan dari nelayan bisa didapatkan secara maksimal sebab tidak usah menjual ke pengepul, tapi langsung ke konsumen. ”Kalau dijual langsung ke konsumen kita lebih untung, saya pernah coba beberapa kali, tapi memang belum maksimal,” ulasnya.

Rencana uji coba sudah direncanakan sejak pertengahan 2020 lalu. Tetapi terus mundur dan tertunda lantaran ada pandemi. Beberapa nelayan yang sempat mengikuti pelatihan sudah mulai mencoba mempraktikkan.

”Saya dan beberapa teman-teman sudah mencoba beberapa kali, tapi gagal,” tuturnya

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini mengutarakan kebijakan penerapan fish on belum diterapkan, sebab rencana praktik uji coba selalu gagal diagendakan. Sehingga tidak bisa diterapkan untuk semua nelayan. ”Itu bukan program kami, jadi kami hanya memfasilitasi saja,” jelasnya.

Kata Zaini, dirinya tidak bisa mengambil alih program tersebut, sebab harus menunggu petugas langsung dari provinsi. Beberapa nelayan yang sudah ikut sosialisasi sudah belajar mengaplikasikannya dengan didampingi oleh petugas perikanan. ”Kami masih mencoba pendampingan saja, tapi karena bukan tupoksinya kami tidak bisa intens,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *