FKMS Kecewa Terhadap Sikap Pemkab, Terkait Audensi Tentang Tambak Udang Ilegal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) KECEWA: Penanganan terhadap tambak ilegal di Kabupaten Sumenep dinilai kurang diperhatikan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Fron keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) kembali merasa kecewa, lantaran audiensi tentang perlindungan lingkungan sekitar tambak udang tidak ada respon serius. Utamanya, tuntutan tentang data lengkap tambak berizin dan tidak mengantongi izin. Hal tersebut diungkapkan, Ketua FKMS, Sutrisno, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, tindakan pemerintah kabupaten (pemkab) kurang peka atau kurang serius terhadap penanganan tambak. Bahkan menuding, jika ada oknum tertentu yang mempunyai kepentingan sendiri, tanpa memikirkan masa depan kelestarian lingkungan di sekitar tambak udang.

Bacaan Lainnya

“Kami merasa tidak diperhitungkan pada audiensi singkat ini, padahal kami sudah menyediakan materi hasil investigasi, tapi tidak ada proyektor, padahal biasanya disiapkan,” kesalnya.

Pihaknya menegaskan, lumpuhnya taring pemerintah terlihat dari beberapa penempatan lokasi tambak udang yang terkesan amburadul. Bahkan, tidak bisa membedakan zona industri, perkebunan, dan pariwisata.

Dengan kata lain, lokasi tambak abai terhadap izin, dan tidak sesuai dengan stabilitas lingkungan. “Jelas melanggar RTRW, anehnya mereka tidak tahu jumlah tambak yang tidak berizin, sehingga fungsi mereka sebagai kontrol lingkungan terkesan tumpul. Padahal hasil pantauan kami ada sekitar ratusan tambak yang tidak berizin,” tudingnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Asisten l Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, A Masuni mengaku, belum ada upaya lanjutan. Pihaknya, hanya bisa menindaklanjuti ketika sudah ada landasan atau aturan. ”Kami mau bicarakan dulu, termasuk pembentukan regulasinya, setelah itu baru kami ambil sikap,” responya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *