FKMSB Korkam Unira Pamekasan Cegah Radikalisme Sejak Dini

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) CEPAT: Kordinator Kampus (Korkam) Universitas Madura (Unira) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri (FKMSB) Pamekasan komitmen mencegah radikalisme sejak dini.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Demi memproteksi sejak dini dari semua lapisan masyarakat, koordinator kampus (korkam) Universitas Madura (Unira) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri (FKMSB) Pamekasan, menggelar talkshow pencegahan radikalisme yang bisa merongrong persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan RepubliK Indonesia (NKRI), Senin (21/12/2020).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pemuda Pamekasan itu, mengambil tema Bahaya Radikalisme Dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama.  Sedikitnya, terdapat enam pemateri lengkap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Bacaan Lainnya

Korkam FKMSB Unira Pamekasan, Nurul Bahri mengatakan, pelaksanaan talkshow tentang bahaya radikalisme, sebagai bentuk pencegahan sejak dini dalam menata tatanan kebangsaan yang sesuai dengan nilai dasar Negara Indonesia. Sehingga, perlu bersatu padu dalam memberantas faham radikalisme yang sesat.

“Komitmen kami yang lahir dari organisasi pondok pesantren (ponpes) untuk berada di garda terdepan, dalam mengurai persoalan radikalisme yang sangat membahayakan,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator wilayah, FKMSB Pamekasan, Moh. Fasiol berjanji, akan terus berpacu dalam mengawal kedaulatan NKRI demi tegaknya persatuan dan kesatuan antar bangsa. Menurutnya, disadari atau tidak, Indonesia lahir dari keberagaman yang pada akhirnya menjadi mufakat untuk mendirikan Indonesia.

“Kami tidak menginginkan adanya paham yang sesat, bisa memporakporandakan berbagai persatuan yang sudah terbentuk dengan baik,” tegasnya.

Fasiol berharap, para anggota FKMSB bisa menjadi pelopor utama dalam merekatkan persaudaraan, menolak radikalisme, dan mendamaikan berbagai persoalan dengan cara bijaksana. Sehingga wujudnya, bisa bermanfaat kepada masyarakat. “Harapan kami paham radikalisme bisa ditepis dengan ajaran islam yang damai, islam yang ramah, dan ukhuwah islamiyah,” pungkasnya. (rul/ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *