FKUB Madura Anjurkan Perayaan Natal di Gereja

(FOTO: KM/ALI WAFA) BERSINERGI: FKUB Madura menggelar silaturahmi dengan seluruh pimpinan FKUB di empat kabupaten di Madura.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Menjelang libur Natal dan tahun barun (Nataru), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Madura menggelar silaturahmi di Pendopo Budaya Rumah Dinas Wakil Bupati Pamekasan. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pemuka agama di Madura. Beberapa Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pamekasan juga turut hadir.

Ketua FKUB Madura KH. Muid Khozin mengatakan, silaturahmi itu guna mempererat tali persaudaraan antarpemeluk agama. Sebab menurutnya, kendati berbeda keyakinan, namun mereka sama-sama hidup di bawah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pihaknya ingin memastikan, perayaan Nataru di Madura berjalan baik tanpa persoalan.

“Namun karena masih masa pandemi, kami menganjurkan perayaan Nataru cukup di masing-masing gereja,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya juga menjelaskan tentang polemik hukum mengucapkan ‘selamat natal’ bagi kaum muslim. Dia menegaskan, terdapat dua hukum mengucapkan selamat natal; halal dan haram. Dua pendapat tersebut sama-sama dikemukakan oleh tokoh muslim imam besar. Karena itu, pihaknya memandang tidak perlu memperdebatkan sesuatu yang sudah jelas-jelas menjadi khilaf ulama.

“Memang ada perbedaan pendapat. Ada yang membolehkan, ada yang tidak membolehkan. Saya kira tidak perlu dipermasalahkan, karena beda pendapat itu sunnatullah,” ujarnya.

Bahkan, jika perlu, pihaknya juga akan membantu mengamankan perayaan Natal. Selain itu, dia mengaku akan beraudiensi dengan Gubernur Jawa Timur. Tujuannya agar di seluruh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Timur FKUB bisa berdiri. Sejauh ini, hanya Madura yang telah berdiri FKUB. Selain itu, pihaknya berharap agar FKUB Madura bisa menginspirasi daerah lain agar berdiri FKUB.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan Ardian Junaedi mengapresiasi langkah FKUB. Menurutnya, perkumpulan penuh toleransi seperti FKUB perlu dirawat dan dijaga. Pihaknya juga berharap FKUB dapat berperan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) dalam perayaan Nataru.

“Sinergi antar-ormas yang ada di Madura baik agar tercipta kerukunan umat beragama yang kondusif dan aman di seluruh Madura,” ucap pria kelahiran Lumajang tersebut.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.