Fokus Kelola Wisata di Desa Daleman Kecamatan Galis Bangkalan Lebih Produktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MEMPESONA: Salah satu pengunjung berfoto di fasilitas wisata Bukit Lampion Beramah (BLB) Desa Daleman Kecamatan Galis, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Upaya Desa Daleman Kecamatan Galis Bangkalan mulai digalakkan. Bahkan, perangkat desa (pemdes) dan masyarakat didorong agar lebih produktif dan bisa memanfaatkan wisata Bukit Lampion Beramah (BLB) yang sudah dibangun sejak 4 tahun lalu.

Salah satu pengurus Wisata BLB Rayhan Bustami mengatakan, dalam mengembangkan wisata desa tentu juga harus mendapat dukungan dari warga setempat. Tetapi pada awal dibangun, respon dan antusias masyarakat minim. “Dulu awal dibuka memang pengelolaannya belum jelas, karena masyarakat belum antusias menyadari potensinya,” ujarnya, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya,  bukit yang menjadi objek wisata memiliki banyak keunggulan. Diantaranya, titik jangkau pemandangan luas, akses jalan mendukung, fasilitas juga mudah dibangun. “Media perawatannya mudah, hanya saja memang butuh terus berinovasi,” ucapnya.

Bahkan, lokasi wisata juga memiliki jarak tempuh ideal. Baik dari ujung timur Bangkalan, maupun dari pusat kota. Sehingga, mudah untuk dikunjungi serta tidak jauh dari akses jalan Nasional. “Jumlah wisatawan berkunjung juga sudah lumayan, jadi wajar jika ini terus dikembangkan,” terangnya.

Awalnya, Wisata BLB sempat vakum dan nyaris mati. Setelah satu tahun berjalan, dan pembiayaan dihentikan, akhirnya beberapa sarana sempat rusak. Tetapi, lantaran minat salah-satu orang yang gigih, akhirnya wisata kembali dibuka dan dikembangkan. “Sekarang sudah mulai ramai lagi dan terus akan kami kembangkan,” janjinya.

Apalagi, pihaknya juga berencana akan menjadikan wisata sebagai lokasi bumi perkemahan dan para warga juga bisa diharapkan mendapatkan keuntungan dengan berjualan di sekitar lokasi wisata. “Kalau mereka mau, mereka bisa ikut bergabung, tapi harus warga sekitar,” tuturnya.

Salah satu pengunjung Wisata BLB Agus Iriyanto menceritakan, wisata bukit itu sudah mulai menyamai wisata perbukitan di Mojokerto dan di luar Madura. Hanya saja, suasana suhunya berbeda. “Sudah bagus, hanya memang kadang panasnya bikin tidak betah,” responnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *