oleh

Forum Petani Madura  Tolak Rencana PT Garam Turunkan Harga Pembelian

Kabarmadura.id/SAMPANG – Petani sangat berharap Perseroan Terbatas (PT) Garam segera melakukan penyerapan terhadap garam rakyat. Namun dibalik itu, perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinahkodai Achmad Didi Ardianto itu tengah berusaha menurunkan harga serapan garam yang sudah ditentukan sebelumnya.

Informasinya saat ini, PT. Garam tengah melakukan pembahasan perubahan harga. Mereka melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Baik soal pengawasan penggunaan anggaran maupun perubahan nominal harga yang sudah ditentukan sebelumnya menjadi harga yang diusulkan PT. Garam.

Sesuai aturan PT. Garam seharusnya membeli harga garam rakyat senilai Rp1.400. 000 per ton. Sehingga satu kilo gram garam seharga Rp1.400. Namun harga itu akan diturunkan oleh PT. Garam. Sehingga dalam pembahasan mekanisme perubahan harga dengan alasan kondisi harga garam makin anjlok.

Manager Corporate Communications PT Garam, Miftahol Arifin membenarkan hal itu. Pihaknya sengaja melakukan pembahasan soal penurunan harga garam. Alasannya saat ini harga garam sangat anjlok. Sehingga pihaknya melibatkan BPKP Jawa Timur dalam rencana penggunaan anggaran.

”Harga garam semakin turun. Maka kami akan melakukan perubahan harga penyerapan. Nah untuk melakukan itu kami melibatkan BPKP. Khawatir ada kesalahan dalam penggunaan anggaran,” ucapnya.

Dia menjelaskan jika selama ini PT Garam sudah memproses pembahasan itu. Akibatnya tidak segera melakukan penyerapan garam rakyat. Diakuinya, jika selama ini masih belum bisa dipastikan berapa harga patokan harga yang akan dilakukan PT Garam untuk membeli garam rakyat.

Miftahol Arifin, mengatakan jika sebelumnya harga sudah ditentukan dalam penyerapan. Namun, adanya perubahan drastis harga garam perlu diatur regulasi baru. Sehingga tidak ada pelanggaran hukum dengan dana yang digunakan untuk membeli garam petani.

”Kita belum bisa memastikan kapan penyerapan dilakukan. Karena pembahasan ini belum selesai. Namun, jika sudah ada keputusan maka kami akan tetap melakukan pembelian terhadap garam rakyat.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Moh. Yanto mengaku tidak setuju dengan kebijakan PT Garam. Sebab menurutnya harga garam bukan akibat kualitas. Namun akibat hukum ekonomi yang tidak stabil. ”Kalau PT Garam semakin menurunkan harga maka akan terus merusak pasar garam rakyat,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini harga turun karena perusahaan swasta melakukan penyerapan garam tidak banyak. Secara bersamaan tidak ada perbandingan bagi petani karena PT Garam tidak melakukan penyerapan. Praktis harga garam akan terus anjlok.

”Barang semakin banyak tapi pembeli semakin sedikit. Sudah pasti harga akan terus menurun. Ini yang terjadi sekarang. Jadi, PT Garam yang menjadi harapan petani jika menurunkan harga maka akan berdampak pada harga,” tukas Moh. Yanto. (KM54/mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed