oleh

FPI dan PDIP Bangkalan Beradu Laporkan Akun Medsos yang Dinilai Melecehkan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Usai Front Pembela Islam (FPI) Bangkalan melaporkan salah satu akun yang diduga melakukan penistaan agama, Senin (29/6/2020), giliran rombongan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bangkalan juga melaporkan akun yang diduga adanya provokasi yang melecehkan partainya, Rabu (1/7/2020).

Pengurus PDIP Bangkalan Suyitno menjelaskan, selain meminta segera mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP beberapa waktu lalu di Jakarta. Sebab, memunculkan isu-isu lokal melalui sosial media (medsos) yang menyebut PDIP merupakan jaringan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Melalui media sosial itu ada akun yang berusaha melecehkan partai kami,” ujarnya usai menyampaikan laporan di Polres Bangkalan, Rabu (1/7/2020).

Anggota DPRD Bangkalan itu juga menerangkan, akun-akun di medsos itu mengandung provokasi, adu domba dan hoaks, sehingga layak ditertibkan. Dengan demikian, dia meminta agar kepolisian mengusut tuntas pelakunya, agar tidak menimbulkan konflik antargolongan di Bangkalan.

“Tentu, kami akan ambil langkah hukum dengan melakukan laporan resmi kepada polisi. Hari ini, kami masih melakukan pengaduan terhadap akun-akun tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan penelusurannya, terdapat 5 akun yang diadukan ke kepolisian. Akun-akun tersebut diduga melecehkan partainya dan membuat provokasi, seperti mengunggah pernyataan agar umat Islam di Bangkalan memerangi PKI di Madura dan PDIP.

“Konten-konten yang diunggah akun itu selalu menyudutkan kami sebagai anggota PDIP. Misalnya, kelompok barisan Madura bersatu siap berperang dengan PKI dan PDIP,” ucapnya.

“Kalau sudah menyangkut Madura ini kan juga termasuk Bangkalan,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Polres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menuturkan, aduan tersebut telah diterima dan segera melakukan proses pemanggilan. Katanya, tim cybernya akan menindaklanjuti akun-akun yang bernada provokatif dan mengandung unsur pelecehan SARA tersebut.

“Kami optimalkan cyber kami ya, untuk melihat dan mencari akun-akun itu. Kami buat tim khusus menyelidikinya,” ungkapnya.

Bahkan, akun yang dilaporkan oleh pihak FPI sebelummya yang juga diduga melakukan provokasi. Pihaknya telah mengantongi lokasi dan pemilik akun-akun yang diduga melakukan provokasi tersebut.

“Jadi ketika kami kemarin juga mendapat laporan mengenai akun yang mengandung unsur SARA dan provokasi tidak kaget,” tukasnya.

Sebelumnya pada Selasa (30/6/2020), puluhan anggota FPI Bangkalan mendatangi Polres Bangkalan untuk melaporkan akun Facebook bernama ‘Agin Api’. Dengan dipimpin oleh Habib Muhammad, massa FPI untuk melaporkan dan meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terkait dugaan penistaan agama itu.

Kata Habib Muhammad, dalam postingan akun Agin Api tersebut telah menciderai simbol agama Islam, haji dan salat. Dia menuntut agar pemilik akun itu ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

“Kami ingin agar pihak kepolisian melakukan penegakan hukum, diproses pelaporan kami, karena kami akan kawal dan sadar hukum mengenai ini,” ujarnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed