Fraksi PKB Minta Proyek Srepang Diprioritaskan

  • Whatsapp
MULUS: Sungai yang membelah Kecamatan Sreseh dan Pangarengan masih menjadi akses penyeberangan masyarakat, sebelum ada jembatan yang menjadi penghubung.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Bupati dan wakil bupati Sampang diminta lebih serius dalam mewujudkan pembangunan jalan Sreseh-Sampang (Srepang), yang tengah di nantikan masyarakat.

Permintaan itu dilontarkan secara terbuka oleh Ketua DPRD Sampang, Juhari, dalam rapat paripurna Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sampang Tahun 2018.

Juhari yang mewakili Fraksi PKB, secara terbuka meminta bupati dan wakil bupati Sampang menuntaskan pembangunan Srepang dalam satu periode kepimimpinan.

“Saat penyampaian PU fraksi, kami dari Fraksi PKB menargetkan kepada pemerintahan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat, sebelum kepemimpinannya selama satu periode habis, pembangunan Srepang harus selesai,” kata Juhari kepada wartawan.

Sebab, sambung Juhari, jika melihat kepemimpinan bupati sebelumnya, pembangunan Srepang hanya selesai pada tataran wacana semata.

“Progresnya hanya pada masa kepemimpinan Bupati Noer Tjahja. Sementara sampai saat ini belum ada,” timpalnya.

Ditanya soal anggaran, Juhari menegaskan anggaran untuk pembangunan Srepang di tahun 2020 mendatang telah dianggarkan.

“Jadi dari Fraksi PKB, Srepang harus selesai oleh bupati yang sekarang. Jika tidak, tentu menjadi preseden buruk bagi bupati,”.

Bupati Sampang Slamet Junaidi, tampak optimistis menanggapi permintaan DPRD. Bahkan pihaknya meyakini pembangunan Srepang akan selesai pada periode kepemimpinannya.

“Memang banyak usulan dari fraksi-fraksi, tapi kami sudah membuat perencanaan,” ucap mantan anggota DPR RI itu.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu menegaskan, pihaknya telah menganggarkan pembiayaan untuk penyelesaian pembangunan Srepang sebagaimana permintaan dari Fraksi PKB tersebut. Adapun perkiraan kebutuhan anggaran untuk mega proyek itu sekitar Rp49 miliar.

“Rp13 miliar untuk pembangunan jembatannya, yaitu jembatan yang menghubungkan Desa Disanah hingga Desa Marparan. Dan semua totalnya itu Rp49 miliar. Jadi saat ini, bagaimana cara kami mencari pos anggaran dari pusat untuk angaran pembangungan ini,” ucap H.Idi – sapaan Slamet Junaidi.

Ditanya soal progres pembangunan Srepang saat ini, H Idi mengaku telah menyelesaikan beberapa hal penting. Di antaranya adalah proses negosiasi lahan dengan warga.

“Alhamdulillah, masyarakat Desa Disanah dan Desa Marparan ada yang sebagian menghibahkan lahannya untuk pembangunan ini, jadi kami fokus pada penganggaran untuk pembangunanya saja,” pungkasnya. (sam/waw) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *