oleh

Full Day School SMPT Miftahul Ulum Kapedi Diisi dengan Membatik

Kabarmadura.id/Sumenep -Treeet, tret, treeet.  Bel usai makan siang di Sekolah Menengah Pertama Terpadu (SMPT) Miftahul Ulum di Dusun Sasar, Desa Kapedi Kecamatan Bluto Sumenep berbunyi nyaring.

Sejenak, bel yang berbunyi tiga kali tersebut seperti jadwal pulang siswa. Anehnya, para siswa berkumpul kembali dengan beberapa lembar kain dan peralatan membatik. Sebagian sudah mulai terlihat baluran warna dan pola bunga pada kain-kain yang dibawa oleh para siswa.

MOH RAZIN, SUMENEP

“Saya bersama teman-teman diajari membati di sekolah ini. Senang, karena bisa menggambar di kain,” ucap Rohiqul Maknun, salah satu siswa dari SMPT Miftahul Ulum sambil menenteng kain yang dibatiknya.

Diakuinya, teman-teman sekelasnya merasa senang karena usai sekolah memiliki kegiatan yang bisa menyalukan hobinya dalam  menggambar dengan cara lain.

“Saya berlomba untuk bisa menghasilkan batik dengan pola gambar terbaik. Karena rencananya nanti akan diikutkan dalam pameran. Kalau keiginan saya sebenarnya ingin membuat batik yang bisa membanggakan orang tua,”  imbuh Rohiq, nama panggilannya.

Kegiatan membatik yang diikuti para siswa SMPT Terpadu tersebut, dijelaskan Muhsinuddin, salah satu guru pembimbingnya, adalah salah satu bentuk fasilitasi kekaryaan para siswanya agar bisa dijadikan bekal dalam berwirausaha.

“Di lingkungan masyarakat tempat sekolah ini berdiri, membatik adalah hal baru. Kami awali kegiatan ini sejak tahun lalu dengan menjalin kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Jawa Timur. Dari kegiatan  tersebut, akhirnya kami mendapatkan support dari Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan  agar kegiatan membatik dilanjutkan kembali tahun ini,” ulas Muhsinuddin.

Diakuinya, memfasilitasi kekaryaan melalui membatik untuk siswa SMP membutuhkan kesabaran dan kejelian dalam memberikan bimbingan.

“Peralatannya kan banyak, ada siswa yang sangat aktif bergerak dan ada siswa yang konsentrasi untuk membatiknya sangat fokus. Tetapi secara umum mereka bisa bekerjasama dengan baik,” imbuh Muhsin sambil menggambarkan keusilan peserta didiknya karena ada yang membatik dengan gambar mobil-mobilan dan  tokoh kartun Ipin-Upin.

Kegiatan membatik bagi para siswa, sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah SMPT Miftahul Ulum Tabri, pada awalnya bertujuan untuk memfasilitasi kreativitas siswanya yang selalu menggunakan tembok sekolah dan jalan raya untuk menggambar.

“Mereka butuh sarana untuk menggambar. Sebenarnya sudah dicoba dengan sarana melukis, namun mereka kurang meminati  karena dianggap medianya kurang lebar. Kami coba ajukan tawaran kepada para wali siswa untuk membekali dengan membatik, mereka sangat mendukung,” ucap Tabri.

Lebih lanjut, Tabri menguraikan bahwa fasilitasi kekaryaan siswa tersebut tujuan utamanya adalah memberi bekal kewirausahaan bagi para siswanya yang hidup di daerah pedesaan.

“Seusai dari sekolah ini nantinya, harapannya mereka sudah punya bekal untuk berkarya. Pilihannya nanti berada pada siswa tersebut mau memperdalam dan meningkatkan kemampuannya atau mulai mencoba merambah produksi secara mandiri. Sebagian dari batik mereka setelah kami uploud di medsos sudah ada yang dipesan dan sudah dibayar di awal. Siswanya senang, kami bersyukur bahwa karya mereka sudah mendapat perhatian,” pungkas Tabri. (waw)

 

Komentar

News Feed