oleh

Gagal Capai Target, Kasek Terancam Dicopot

Kabarmadura.id/SAMPANG-Berdasarkan ealuasi hasil capaian tahun lalu, kepala sekolah (kasek) yang gagal penuhi target nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat sekolah dasar (SD), dapat dijatuhi sanksi,  salah satunya bisa dicopot dari jabatannya.

Nilai USBN tingkat SD di Kabupaten Sampang pada tahun ajaran 2017-2018 lalu, mayoritas sangat memprihatinkan. Untuk itu, semua kepala sekolah (kasek) dituntut lebih maksimal dalam menyelenggarakan ujian.

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang sudah menjalin MoU melalui penandatanganan pakta integritas dengan semua kasek, khususnya tingkat SD. MoU tersebut untuk tingkatkan pencapaian nilai USBN dan dapat memenuhi target rata-rata 70,3. Sekolah yang gagal, dijatuhi sanksi, mulai dari teguran lisan dan tertulis, sampai pertimbangan penempatan kasek.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, semua lembaga pendidikan di bawah naungan instansinya harus bisa berbenah, tidak mengulangi pengalaman pahit pada tahun sebelumnya, yang meraih nilai USBN yang sangat rendah. Semua kasek diminta meningkatkan pencapaian nilai sesuai target yang telah ditetapkan.

Menurut dia, komitmen untuk meningkatkan nilai USBN itu, dibutikan dengan penandatanganan pakta integritas oleh masing-masing kasek se-Kabupaten Sampang. Kasek yang tidak memenuhi terget nilai UASB tersebut, baik karena disengaja atau tidak, dapat dijatuhi sanksi. Hal itu sebagai pertanagguanagjawaban dan bukti kinerja.

“Kami tidak main-main, jika tahun ini masih ada lembaga yang tidak memenuhi target nilai rata-rata USBN, maka harus menerima sanksi, mulai teguran hingga pencopotan dan ditempat di lembaga yang lain,” kata Achmad Mawardi kepada Kabar Madura, Senin (4/3).

Tidak hanya memberlakukan sanksi, pihaknya juga menerapkan pemberian reward bagi lembaga yang berhasil melampaui terget itu. Pihaknya meminta sekolah tidak menghalalkan segara cara untuk meraih nilai yang tinggi, dan harus tetap mengedepankan nilai-nilai kejujuran.

Untuk itu, semua SD di Sampang harus lebih giat dalam mengadakan latihan soal-soal ujian atau try out, pembinaan dan bimbingan rutin serta evaluasi terhadap pencapaian nilai dari setiap mata pelajaran USBN. Sehingga, upaya peningkatan nilai itu, lebih gampang, karena penyebabnaya bisa teridentifikasi dengan baik.

“Pakta intekritas ini sebagai penilaian atas kinerja dari kasek, jika tidak bisa meningkat nilai USBN sesuai target tahun  ini, maka poinnya rendah dan harus menerima sanksi sesuai ketentuan yang telah disepekati bersama,”bebernya.

Selain itu, pakta integritas itu, diharapkan dapat memotivasi semua lembaga pendidikan berlomba-lomba meraih nilai USBN yang terbaik. Karena dengan berhasil meraih nilai USBN yang tinggi, maka otomatis grid lembaga tersebut meningkat dan menjadi rujukan atau percontohan bagi lembaga pendidikan lainnya.

“Kami harap, dengan adanya target nilai USBN dan pakta integritas ini, para kasek bisa lebih semangat dan gait dalam meningkatkan kualitas pendidikan,”pungkas pria yang akrab disapa Wawan itu. (sub/waw)

 

Komentar

News Feed