oleh

Gagal Dibuka, Pengusaha Wahana Bermain di Pasar Malam Mengaku Rugi Puluhan Juta

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Setelah sempat dikabarkan akan dibuka, kegiatan pasar malam di Kabupaten Pamekasan dikonfirmasi gagal dibuka. Tak pelak, sejumlah pemilik wahana bermain yang jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kegiatan itu, mengaku merugi hingga puluhan juta.

Aliyanto, salah seorang penanggung jawab wahana mainan asal Kediri mengatakan, pihaknya berangkat dari Kediri sejak 13 September lalu. Awalnya, pihaknya menerima informasi dari pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0826 Pamekasan, bahwa pasar malam di kabupaten berjuluk gerbang salam akan dibuka.\

Mendengar kabar tersebut, pihaknya bergegas untuk datang ke Pamekasan membawa semua peralatan wahana bermain yang ada.

Namun sungguh disayangkan, pembukaan pasar malam yang mulanya diinfokan diundur hingga 29 September lalu, akhirnya diundur kembali hingga tanggal 1 Oktober 2020.

setelah itu, sebelum diinfokan secara resmi di Markas Kodim 0826 Pamekasan, bahwa pasar malam gagal dibuka pada 2 Oktober lalu, pihaknya mengaku masih menerima informasi jika pembukaan pasar malam diundur hingga 6 Oktober.

Dia menuturkan, meski habis banyak biaya untuk persiapan membuka lapak di pasar malam, pihaknya mengaku tidak mendapatkan kompensasi apapun baik dari pemerintah setempat maupun dari pihak Kodim 0826 Pamekasan sebagai pemilik lahan.

Dia mengungkapkan, meski uang DP untuk sewa lahan yang sebelumnya diberikan ke Kodim, diakuinya telah dikembalikan secara utuh kepada semua pengusaha, namun pihaknya harus menelan kerugian hingga puluhan juta selama persiapan.

Kerugian tersebut meliputi biaya transportasi dari Kediri ke Pamekasan. Tidak tanggung-tanggung, pihaknya menggunakan 13 armada pengangkut dengan biaya sekali antar Rp20 juta.

Selain itu, ada 13 pekerja yang harus diberi konsumsi selama bekerja di Pamekasan. selama 25 hari di Pamekasan pihaknya harus membiayai uang makan para pekerja. Setelah menerima kepastian bahwa pasar malam gagal dibuka, pihaknya harus kembali pulang ke Kediri tanpa membawa pulang keuntungan sepeserpun.

“Ya, ini kami akan bawa pulang lagi ke Kediri. Mau bagaimana lagi, di sini kami tidak bisa berbuat apa-apa,” keluhannya, Minggu (4/10/2020).

Sementara itu, Humas Kodim 0826 Pamekasan Serma Dadang Darmawanto menjelaskan, keputusan yang diambil pihaknya itu murni semata-mata karena pertimbangan keselamatan masyarakat di tengah tekanan Covid-19.

Pihaknya mengaku terpaksa mengambil pilihan berat dengan memutuskan untuk menggagalkan pembukaan pasar malam. Apalagi sebagian masyarakat terlanjur berharap banyak dari informasi akan dibukanya pasar malam di Kabupaten Pamekasan, namun karena pertimbangan kesehatan pihaknya harus mengambil kebijakan tersebut.

“Pertimbangannya karena kesehatan, karena kami tidak ingin Covid-19 ini di Kabupaten Pamekasan semakin parah,” ungkapnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed