oleh

Gagal Lolos, Bakal Calon PAW Kepala Desa Protes

Kabarmadura.id/SAMPANG-Penjaringan bakal calon (bacalon) pergantian antar waktu (PAW) kepala Desa  Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, disebut-sebut ada indikasi kongkalikong antara tim independen selaku penyelenggara penjaringan dengan salah satu bacalon.

Penjaringan bacalon PAW Kades Gunung Maddah tersebut, diikuti sebanyak 6 peserta, di antaranya, Soekandar, Moh Saleh, Wahyu Hidayat, Feri Fadeli, Birul Walidain dan Maimunah. Peserta yang dinyatakan lolos sebanyak tiga orang, karena berhasil mengumpulkan nilai uji kompetesinsi, wawancara dan komponen lainnya yang tertinggi.

Salah satu bacalon PAW Kades Gunung Maddah Sampang yang tidak lulus seleksi Maimunah menyebut, terdapat keganjalan pada pelaksaan tes urin oleh BNN di Surabaya tertanggal 15 maret 2019.

Kejanggalan itu, lantaran dirinya harus tes urin sebanyak dua kali.  Pengambian sampel dan waktu pelaksanaanya molor hingga berjam-jam, tidak sesuai dengan jadwal.

“Hasil tes urinnya tidak langsung diserahkan kepada peserta, masih nunggu hingga tiga hari. Padahal, secara aturan, hasil itu serahkan atau umumkan pada hari itu juga,” kata Maimunah.

Selain itu, juga diungkap kejanggalan pada tes tulis yang molor, dengan alasan menunggu tim independen masih dalam perjalanan. Tes tulis dan interview tersebut tidak diumumkan pada hari itu juga, namun menunggu beberpa hari kemudian. Padahal sebelum pelaksaan ujian, hasil tes dinyatakan akan langsung diumumkan hari itu juga.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Gunung Maddah Sampang bernama Muhammad Kholil juga kecewa dengan adanya keputusan tim independen tersebut, karena peserta yang diloloskan hanya berijazah SLTP/SMP, sedangkan Maimunah itu lulusan S-1.

“Kok bisa? Bacalon yang diluluskan ini hanya lulusan SMP dan ST, kalau berdasarkan pengalamanan,  apa pengalamannya? karena sebagain dari bacalon yang lulus tes ini hanya berprofesi sebagai petani,” kesalnya.

Kholil berharap pelaksaan PAW ditunda dan diadakan seleksi ulang kepada semua bacalon PAW kades tersebut. Karena dia berkeyakinan, kualitas SDM para calon PAW kades itu relatif rendah.

Ayah kandung dari Maimunah itu juga mengaku sudah melangkan suat keberatan kepada pimpinan DPRD, bupati Sampang, pihak Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan P2KD atau tim independen.

Sementara itu, Kapala Bidang Bina Pemerintahan Desa (DPMD) Sampang Suhanto belum bisa dimintai keterangan, saat dihubungi melalui telepon peribadinya, belum ada respon hingga berita ini diterbitkan. (sub/waw)

Komentar

News Feed