Gagal Raih Predikat KLA, Dewan Akui Kesulitan Buat Perda Layak Anak

  • Whatsapp
URGEN: Ketersediaan Perda layak anak dinilai sangat urgen untuk seger dibentuk.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Gagalnya Kabupaten Bangkalan dalam mendapatkan predikat Kota Layak Anak (KLA), lantaran belum adanya peraturan daerah (perda) tentang layak anak di daerah tersebut. DPRD setempat mengaku kesulitan untuk menerbitkan perda tersebut.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, pihaknya saat ini tengah kesulitan untuk membuat perda KLA. Sebab, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, belum menerbitkan permohonan pembentukan perda KLA tersebut.

Nur Hasan mengakui, salah satu syarat untuk dapat meraih predikat KLA memang harus memiliki perda terlebih dulu. Dirinya mengungkapkan, saat ini sedang menunggu pihak eksekutif untuk menerbitkan rencana pembentukan perda tersebut.

“Kami menunggu dari eksekutif, jika dari eksekutif tidak segera menerbitkan maka kami selaku legislatif akan mengusulkan pada Bapemperda untuk menerbitkan Perda ini sebagai inisiasi legislative yang akan disampaikan pada bupati,” jelasnya, Rabu (7/8).

Menurutnya, usulan perda KLA tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang. Sebab, keberadaan perda itu sangat urgen, mengingat hal itu menjadi penyebab utama Bangkalan gagal meraih predikat KLA.

“Kota layak anak kuncinya harus ada perda KLA itu, baru kita bisa bergerak,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku, pihaknya telah mengeluarkan SK tentang rencana pembentukan perda tersebut. Berdasarkan penerbitan SK itu, pihaknya berharap pada tahun 2020 mendatang, raperda tersebut bisa dikaji oleh legislatif.

“Sudah diterbitkan SK, Insyaallah tahun depan Raperda sudah bisa dikaji bersama legislatif,” ungkapnya.

Tak hanya memerlukan perda, pemenuhan KLA harus didukung dengan sarana dan prasarana anak yang cukup memadai. Salah satunya menurut Ra Latif, perlu adanya peningkatan kualitas taman baca, taman ramah anak, sekolah ramah anak serta banyak hal lainnya.

“Untuk mendapatkan predikat KLA kita juga perlu membenahi adanya fasilitas-fasilitas untuk anak, kesehatan anak dan perlindungan untuk anak juga perlu dilakukan,” tukasnya. (ina/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *