oleh

Gaji Aparatur Desa Tembus Rp117 M

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah berjanji untuk menggaji aparatur desa yang statusnya sama dengan aparatur sipil negara (ASN) golongan IIA. Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2015 tentang Gaji PNS, gaji PNS golongan II A adalah  sebesar Rp1.926.000 hingga Rp3.213.000.  Adapun  besaran yang diterima setiap PNS tentu disesuaikan dengan lamanya masa kerja golongan (MKG).

Adapun jumlah anggaran keseluruhan di Kabupaten Sumenep mencapai Rp117 miliar yang dibagi ke seluruh desa se-Kabupaten Sumenep yang berjumlah 330 desa. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ahmad Masuni saat ditemui Kabar Madura.

“Rinciannya berapa orang yang berhak, masih belum kami rekap. Dana tersebut diambil dari alokasi dana desa (ADD), bukan dana desa (DD),” ungkap Masuni saat ditemui Kabar Madura di kantornya, Rabu (13/3).

Perbedaan antara ADD dan DD, kalau DD merupakan alokasi dana yang dianggarkan pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan infrastuktur desa yang diberlakukan sejak pemerintahan Jokowi-JK. Adapun DD adalah alokasi reguler yang setiap tahun dimasukkan pemerintah daerah melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Aparatur desa yang berhak mendapatkan hal tersebut adalah kepala desa, sekretaris desa, kepala seksi (tiga orang per desa), kaur (tiga orang per desa) dan kepala dusun. Sedangkan banyaknya kepala dusun sendiri tidak menentu di setiap desa, tergantung luas masing-masing desa, hanya saja menurut Ahmad Masuni rata-rata kadus di setiap desa adalah tiga sampai empat kepala dusun.

Di sisi lain, gaji diperuntukkan bagi sekdes non-PNS. Sekdes yang PNS di Sumenep sebanyak 180 dari 330 desa.

“Itu ada kenaikan gaji dari sebelumnya, tetapi saya tidak tahu gaji sebelumnya berapa, masih saya hitung,” ungkapnya. (mad/nam)

Komentar

News Feed