oleh

Gaji Satgas RTH di Sumenep Mencapai Rp300 Juta

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Rencana untuk penambahan ruang terbuka hijau (RTH) tahun ini, tidak tercover dalam program. Hanya saja, dana untuk perawatan tetap dianggarkan sebesar Rp300 juta per tahun. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Sumenep Indra Wahyudi, Kamis (15/4/2021).

Menurutnya, pemeliharaan RTH seperti taman yang hanya berfungsi untuk keindahan kota idealnya masih kurang. Dari target 20 persen, saat ini luas RTH kurang dari 1 persen. “Yang Rp300 juta itu bukan untuk pembangunan tapi untuk gaji tim satuan tugas (Satgas) yang bekerja untuk pemeliharaan RTH. Kalau tahun ini tidak ada rencana penambahan termasuk tahun depan, karena mungkin banyak yang lebih urgen untuk dibangun,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Satgas RTH selain memiliki tugas utama melakukan penyiraman tanaman di wilayah kota, seperti di Jalan A. Yani, Panglima Sudirman, Diponegoro dan sejumlah wilayah lainnya termasuk di Tajamara Sumenep, juga turut membantu setiap penanaman pohon dan upaya pemeliharaannya.

“Satgas RTH selalu berupaya untuk mempercantik kota dengan melakukan penanaman dan penyiraman tanaman hias setiap hari,” jelasnya.

Pihaknya menuturkan, terdapat 35 satgas setiap hari terbagi menjadi dua orang. Yakni, bagian penyiraman dan pembersihan. Sedangkan pada tahun 2019 lalu, sudah dilakukan penanaman sebanyak 450 bunga di sepanjang jalan seputar kota hingga Tajamara Sumenep. Tahun itu, merupakan tahun terakhir penanaman tanaman hias.

“Intinya, kami mempunyai 11 titik yang harus dirawat oleh 35 satgas, per orang digaji Rp850 ribu, yang Rp300 juta itu khusus gaji satgas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi lll DPRD Sumenep M Ramzi mengatakan, meski sudah menggaji tim satgas bukan lantas OPD berpangku tangan. Akan tetapi, harus memaksimalkan kinerja dengan mengawasi para satgas yang sedang bekerja. Minimal, bisa dilakukan setiap dua bulan sekali.

“Masak seperti di perbatasan pintu masuk Sumenep itu kemarin ditumbuhi tanaman di bagian atasnya, jika itu dibiarkan maka akan roboh,” keluhnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed