Gaji Satpam RSUD di Bawah Standar, Hanya Rp1 Juta

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) BERJAGA: Satpam di RSUD Syamrabu yang sedang bertugas

Kabarmadura.id/Bangkalan-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) satpam yang ke-39 masih diwarnai dengan adanya gaji satpam di bawah standar. Banyak satpam yang bekerja baik di pihak swasta maupun instansi pemerintahan masih di bawah upah minimun kabupaten (UMK) Bangkalan. Di mana UMK Bangkalan saat ini sendiri mengalami kenaikan dengan total Rp1.954.705 juta.

Salah satunya yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu. Rumah sakit plat merah ini memberikan upah satpam hanya sebesar Rp1 juta. Hal tersebut disampaikan oleh pihak rumah sakit sendiri melalui wakil direktur RSUD Syamrabu Farhat Suryaningrat.

“Karena untuk gaji satpam ini kita pada prinsipnya menerapkan sistem seperti gaji pegawai Tenaga Harian Lepas (THL). Jika dibandingkan dengan rumah sakit swasta ataupun insansi lainnya kita memang rendah karena ini milik daerah,” terangnya, Kamis (23/1).

Farhat menambahkan, untuk pemberian gaji satpam sendiri pihaknya tidak bisa mengacu pada peraturan Kepmenakertrans. Sehingga, pihaknya tidak bisa memberikan upah sesui UMK. Selain itu, lama masa kerja juga menjadi acuannya dalam pemberian upah.

“Kita bisanya mengacu pada permenkes, itupun untuk perawat saja. Lainnya tidak bisa, perda pun juga tidak bisa. Kalau upah 1 juta itu bagi yang baru, yang lama dengan pengabdian 5 tahun ke atas sudah berbeda lagi. Dan itu belum intensif dan tunjangan ya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, memang untuk gaji pokok satpam di RSUD nominalnya Rp1 juta. Akan tetapi menurutnya, itu belum tunjangan dan jaminan kesejatan yang diberikan. Memang menurutnya, tergolong minim. Akan tetapi pihak rumah sakit juga tidak bisa menerapkan gaji sesui UMK atau sesuai Kepmenakertrans.

“Ini bukan setuju tidak setuju. Gaji segitu belum tunjangan dan jaminan kesehatan yang diterima,” ujarnya.

“Saya hanya berharap PAD dan APBD RSUD bisa bertambah, sementara untuk gaji harus disesuaikan. Kalau memang direkrut dalam kontrak ya upah harus sesui dengan pekerja kontrak. Kalau direkrut dalam bentuk THL ya harus disesuaikan dengan gaji THL,” tukasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *