Ganti Rugi Dampak Proyek Jalan Provinsi Belum Jelas

  • Whatsapp
TERGILAS: DLH Sampang memastikan terdapat sejumlah pohon milik pemkab terdampak pengerjaan proyek jalan nasional di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Pengerjaan proyek perbaikan jalan nasional di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto Kabupaten Sampang, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, karena menutup sebagian akses jalan menuju sejumlah perkantoran.

Namun parahnya, dampak proyek jalan itu juga merusak sejumlah pohon miliki pemerintah kabupaten setempat. Sayangnya, hingga saat ini, ganti rugi pohon tersebut belum ada kejelasan.

Kepala Bidang (Kabid) Konservasi, Rehabilitasi, Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Imam Irawan menjelaskan, sejatinya sebelum proyek perbaikan jalan itu dimulai, pihak pelaksana proyek sudah harus berkoordinasi dengan instansinya, terkait perencanaan dan jumlah pohon yang terdampak untuk dilakukan penggantian.

Menurutnya, terdapat sekitar 6-7 unit pohon yang tergilas proyek perbaikan jalan tersebut. Nantinya, semua pohon dan fasilitas yang dirusak diganti oleh pihak pelaksana, karena u merupakan aset daerah.

“Sudah ada koordinasi dari pihak pelaksana proyek ini ke kita, semua pohon dan kerusakan lainnya akibat pengerjaan akan diganti, tetapi untuk ganti rugi pohon masih menunggu musim penghujan, kemungkinan masih bulan November,” terangnya, Rabu (21/8).

Pria yang akrab disapa Irawan itu membeberkan, ganti rugi pohon itu, nantinya juga berupa pohon, setiap pohon yang dirusak kisaran harganya Rp150 ribu. Pihaknya menegaskan sudah ada kesepakatan dengan pihak pelaksanaan untuk ganti rugi aset berupa pohon tersebut, hanya saja tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Untuk saat ini, melakukan penanaman pohon tidak memungkinkan, karena masih musim kemarau, makanya nunggu musim penghujan tiba dulu untuk penggantian pohon yang dirusak ini,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Gunung Sekar Sampang Yudi mengatakan, seluruh badan jalan di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto itu digali, tidak disisakan untuk akses jalan kendaraan menuju perkantoran dan Puskesmas Kemuning, sehingga sebagian warga merasa kesulitan menuju kantor tempat kerjanya.

“Untuk jalan masuk ke kantor dan Puskesmas Kemuning tidak ada, jadi saya dan warga yang lain yang berkantor di sekitar pengerjaan proyek  jalan ini kebingungan, mestinya disisakan jalan menuju perkantoran,” singkatnya.

Sebelumnya, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan (BBPJN) Jawa Timur Alif Setyo Ismoyo menegaskan, penggalian secara menyeluruh itu adalah permintaan pihak pelaksana. Hal itu bertujuan untuk mengejar waktu pelaksanaan. Panjang penggalian berkisar 300 meter. Pihaknya dengan pelaksana sudah sepakat membuat akses sementara ke perkantoran, pertokoan dan pusat pelayanan lainnya.

“Banyak Perkantoran dan pertokoan yang terisolasi akibat proyek jalan ini, kami dan pelaksana sudah sepakat,a akan membuat akses sementara,”tandasnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *