Ganti Rugi Lahan Revitalisasi Sungai Kali Kamoning Buram

  • Whatsapp
SEGERA BERAKHIR: Masa kontrak pengerjaan proyek normalisasi Kali Kamuning di Sampang akan berakhir tahun ini. Namun ganti rugi lahan warga terdampak tak kunjung terbayarkan.

Kabarmadura.id/Sampang-Masa kontrak pengerjaan proyek normalisasi sungai Kali Kamuning di Kabupaten Sampang, dipastikan akan berakhir pada Desember mendatang. Namun, persoalan ganti rugi lahan dengan warga sekitar lokasi normalisasi tak kunjung ada kepastian.

Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda)  Sampang Abdur Rahman membenarkan, jika masa kontrak pengerjaan normalisasi berakhir pada bulan Desember mendatang.

Pihaknya juga tidak menampik, jika ganti rugi lahan terdampak jalan inspeksi normalisasi itu, tak kunjung terbayarkan. Pihaknya berdalih, realisasi ganti rugi masih dalam proses dan menunggu tahapan sosialisasi pembebasan lahan.

Lanjut Rahman, dana ganti rugi lahan yang disiapkan oleh Pemkab Sampang tahun ini sekitar Rp2,7 miliar. Namun, besaran dana tersebut belum bisa membayar semua ganti rugi lahan terdampak, karena kemampuan keuangan daerah sangat terbatas.

“Sampai tahun berapapun, tetap diusahkan terbayarkan, meskipun pengerjaan sudah selesai, mengingat kemampuan APBD sangat terbatas, terpaksa harus dibayar secara bertahap, karena dananya yang tidak cukup,” kata Rahman saat dikonfirmasi Kabar Madura, kemarin (30/10)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Agus berdalih, jadwal pembayaran ganti rugi lahan warga terdampak jalan inspeksi Kali Kamoning itu belum bisa dipastikan. Akan tetapi, dirinya berjanji dalam waktu dekat akan mensosialisasikan terkait ganti rugi lahan.

Lanjut dia, jumlah total pemilik lahan yang akan menerima ganti rugi kurang lebih ada 200 orang, tapi pembebasan tanahnya disesuaikan dengan dana yang ada. Sementara nominal harga lahan permeternya, langsung ditentukan oleh tim taksir independen dan akan disampaikan pada sosialisasi kepada warga terdampak. 

“Untuk pembayaran ganti rugi lahan ini secepatnya akan segera disosialisasikan harganya, maka kami minta para pemilik lahan terdampak untuk bersabar dulu,”ujar Agus kepada awak media.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran Lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sampang Abib menegaskan, sebagian lahan terdampak sudah dilakukan proses pengukuran dan peta bidangnya sudah diterbitkan bahkan sudah diserahkan ke Dinas PUPR setempat. Namun ia mengungkapkan, untuk sisa lahan terdampak yang belum terukur, masih terus dilanjutkan.

“Kurang lebih sudah ada 105 peta bidang lahan yang sudah diterbitkan dan diserahkan ke Dinas PUPR, sementara lahan yang belum terukur masih tetap dilanjutkan sesuai pengajuan dari dinas terkait,” singkatnya.

Untuk diketahui, pelaksana proyek normalisasi kali kamuning itu, yakni PT. Rudy Jaya dan PT. Jati Wangi (KSO) yang dilakukan secara Multi Years Contrak (MYC) selama tiga tahun. Adapun total anggaran untuk normalisasi sungai itu sebesar Rp365,3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/

Rinciannya, tahun 2017 nilai kontrak Rp8,3 miliar, tahun 2018 Rp73 miliar dan tahun 2019 Rp284 miliar. Sayangnya masa kontrak pengerjaan hampir berakhir ganti rugi lahan warga terdampak jalan inspeksi hingga kini belum ada kejelasan. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *