oleh

Ganti Transportasi Guru Non K2 di Sumenep Digerojok Rp7 M

Kabarmadura.id/Sumenep--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, menyediakan anggaran Rp7 miliar untuk tenaga guru non K2 sebagai ganti transportasi setiap mengajar. Dana itu dicairkan satu kali dalam setahun.

Hal tersebut diungkapkan Bendahara Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Rahman. Menurutnya, ada sebanyak 3.502 guru tidak tetap (GTT) non K2 yang tercatat sebagai penerima dana dengan nominal Rp900 ribu per orang.

Dijelaskannya, dana transportasi itu disalurkan secara non tunai ke rekening masing-masing guru. Dengan begitu, kesejahteraan guru diharapkan dapat terpenuhi sesuai dengan pengabdian yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

“Kami akan terus perjuangkan kesejahteraan para tenaga honorer non-K2. Jika dimungkinkan pada APBD perubahan tahun depan bisa ditambah,” katanya, Senin (14/08/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Sukri, mengapresiasi langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Pemkab Sumenep yang terus memperhatikan kesejahteraan guru honorer dan guru non K2.

“Selama ini, kesejahteraan guru honorer masih menjadi persoalan. Tapi, Pemkab Sumenep sudah berbenah, ikut memikirkan guru non PNS,” paparnya.

Dana senilai Rp7 miliar itu untuk seluruh guru non K2 itu, diharapkan dapat mengoptimalkan tambahan penghasilan gaji guru honorer. Bantuan tersebut juga diharapkan bisa memotivasi guru non K2 untuk lebih disiplin dalam melakukan proses mengajar. Dengan demikian, pendidikan di Sumenep juga semakin maju.

“Patut diapresiasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran kedapan,” pungkasnya (imd/pin)

Komentar

News Feed