Gara-Gara Hujan di Musim Kemarau, BEP Tembakau Diturunkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) GARA-GARA HUJAN: BEP harga tembakau tahun 2021 di Pamekasan diputuskan lebih rendah dari tahun 2020 lalu.  

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Adanya hujan di musim kemarau tahun 2021 ini, rupanya berpengaruh terhadap turunnya break even point (BEP) harga tembakau tahun 2021 di Pamekasan. Nilainya lebih rendah dari tahun 2020. Tahun ini, BEP tembakau tegal senilai Rp39.661 per kilogram, tembakau sawah Rp31.545 per kilogram dan tembakau gunung Rp44.550 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan DKPP Pamekasan Ajib Abdullah melalui Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian Ahmad Suaidi mengatakan, adanya perbedaan cuaca kemarau antara tahun 2020 dengan 2021 menjadi salah satu pertimbangan menurunkan BEP.

Perbedaan cuaca yang dimaksud, adalah adanya hujan yang turun di musim kemarau atau la nina. Menurutnya, adanya hujan tersebut menurunkan ongkos produksi tembakau di tingkat petani.

“Komponen biayanya terjadi penurunan, seperti misalnya menyiram, karena biasanya menyiram dilakukan secara terus menerus, tapi sekarang ada factor La Nina, tidak banyak menyiram karena ada hujan di musim kemarau,” urai Suaidi, Kamis (5/8/2021).

Selain faktor hujan, jumlah produksi tembakau tahun 2021 disebut meningkat. Dalihnya, BEP bisa diturunkan jika jumlah produksi meningkat. Sayangnya Suaidi tidak menyebut dasar teori atau regulasi yang jadi pertimbangan kondisi itu.

Namun ada banyak pertimbangan lain, secara umum seperti biaya produksi, bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, pengolahan tanah, penanaman tali tikar, serta transportasi.

Sehingga dalam pembahasan BEP yang melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, perwakilan petani dan itu memutuskan, BEP harga tembakau tahun 2021 sedikit lebih rendah dari tahun 2020 lalu. BEP 2020 lalu, tembakau tegal nilainya Rp41 449  per kilogram, tembakau sawah Rp32 708 per kilogram, tembakau gunung Rp54.437 per kilogram.

“Jadi semuanya dihitung,”tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail Arrahim mengaku tidak dilibatkan dalam penetapan BEP itu. Sehingga pihaknya akan memastikan dengan melakukan evaluasi, agar penetapannya berdasar pada petimbangan yang profesional dan penghitungan secara komprehensif dari semua jenis biaya yang dikeluarkan para petani.

Pihaknya hanya ingin, pada musim panen tembakau tahun ini, tidak ada yang dirugikan satu sama lain atas keputusan yang telah diambil.

“Pada prinsipnya tidak merugikan, jadi BEP itu kan sebenarnya impas dan harus lebih di atas itu, kalau dibeli dengan harga itu petani kan tidak untung dan tidak rugi,” singkatnya.

Sedangkan di Sumenep, sejumlah petani sudah mulai panen tembakaunya. Namun petani tembakau kebingungan lantaran belum ada kepastian terkait pembukaan gudang dari pabrikan.

Kepala bidang (Kabid) Perkebunan Rina Suryandari membenarkan hal itu. Namun kondisi wabah Covid-19 ini membuatnya mengalami sedikit kendala dalam berkoordinasi dengan pihak gudang. Terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah yang menerapkan PPKM darurat.

“Yang diinginkan lebih mengutamakan keuntungan petani, yakni diharapkan harga tembakaunya senilai Rp44 ribu per kilogram,” katanya, (5/8/2021).

Dia berharap petani bersabar dan bisa memaklumi kondisi ini. Namun Rina pun berjanji akan segera menginformasikan kepada petani tembakau jika sudah ada kepastian jadwal gudang buka.

“Ya petani harus bersabar dulu. Jika diizinkan, nanti gudang akan segera buka. Sebab, sudah ada dua gudang yang mengajukan izin buka gudang tembakau,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Kukuh Agus Susyanto. Sebagian gudang belum buka, hanya dua gudang yang saat ini mengajukan buka gudang untuk membeli tembakau petani.

Dua gudang yang mengajukan izin itu adalah milik PT Giri Dipta Sentosa di Guluk-Guluk (untuk produk rokok Gudang Garam) pada 7 Agustus dan PT Gelora Jaya di Gedungan (untuk produk khusus Wismilak) yang akan buka 11 Agustus 2021.

“Kami akan izinkan buka jika semuanya memenuhi syarat termasuk penerapan protokol kesehatan sudah terpenuhi,” ujar dia.

Namun kabar tersebut belum sampai di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputra menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan ke Disperindag mengenai pembukaan gudang. Bahkan, penentuan harga tembakau masih belum ada kejelasan.

“Kami akan koordinasi langsung dengan pihak pabrikan nantinya,” tegas dia.

Sementara menurut anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari, pemerintah harus segera koordinasi dengan pihak gudang tembakau. Sebab, ditutupnya gudang akan menghambat perekonomian masyarakat.

Pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan khusus tata niaga tembakau. Termasuk persoalan tidak bukanya gudang.

“Insyaallah dalam minggu-minggu ini akan segera kami lakukan,” ujar Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (rul/imd/waw)

BEP TEMBAKAU DI PAMEKASAN

BEP 2020

Tembakau tegal Rp41 449  per kilogram

Tembakau sawah Rp32 708 per kilogram

Tembakau gunung Rp 54.437 per kilogram

BEP 2021

Tembakau tegal Rp39 661 per kilogram

Tembakau sawah Rp31 545 per kilogram

Tembakau gunung Rp44.550 per kilogram

Sumber: DKPP Pamekasan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *